DWJ Manajement - PORTAL

Mahasiswa Curhat Beras di Alor Tembus Rp 30.000/Kg, Mentan Turun Tangan

Oleh: DWJ-Manajement 08 Aug 2026
Mahasiswa Curhat Beras di Alor Tembus Rp 30.000/Kg, Mentan Turun Tangan

Ketersediaan Stok: Cadangan beras nasional di gudang-gudang Bulog dan pemerintah dalam kondisi surplus.

Target Harga: Pemerintah berupaya menjaga agar harga di daerah tetap kompetitif dan mendekati harga nasional (sekitar Rp 13.000 per kg).

Mitigasi Kelangkaan: Tidak ada potensi kelangkaan beras dalam waktu dekat karena distribusi terus dipantau.

Intervensi Daerah: Pemerintah akan melakukan penelusuran mengapa terjadi perbedaan harga yang signifikan di wilayah NTT.

Mengapa Harga di Alor Bisa Sangat Berbeda dengan Jakarta?

Pertanyaan besar yang muncul kemudian adalah, jika stok aman dan harga di Jakarta hanya Rp 13.000, mengapa di Alor bisa mencapai Rp 30.000? Ada beberapa faktor teknis dan ekonomi yang biasanya menjadi penyebab terjadinya disparitas harga yang tajam di wilayah Indonesia Timur:

1. Tantangan Logistik dan Geografis

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan logistik yang luar biasa. Pengiriman beras dari sentra produksi di Jawa atau Sulawesi menuju Alor memerlukan biaya transportasi laut yang tidak sedikit. Faktor cuaca dan keterlambatan jadwal kapal seringkali mengganggu ritme distribusi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga akibat kelangkaan stok sementara di pasar lokal.

2. Rantai Distribusi yang Panjang

Seringkali, beras harus melewati banyak tangan—mulai dari petani, penggilingan, distributor besar, agen regional, hingga pengecer di pasar tradisional. Setiap lapisan dalam rantai ini mengambil margin keuntungan, yang jika tidak diawasi, akan mengakumulasi harga jual akhir menjadi sangat tinggi di tingkat konsumen.

3. Potensi Spekulasi Pasar

Kesenjangan informasi antara ketersediaan stok di pusat dan kondisi riil di daerah sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Spekulan mungkin sengaja menahan stok untuk menciptakan kesan kelangkaan, sehingga mereka dapat menjual dengan harga yang jauh lebih tinggi. Inilah yang menjadi tugas berat pemerintah untuk melakukan pengawasan pasar secara berkala.