DWJ Manajement - PORTAL

Manajer Kopdes Belum Ditempatkan, Bos Agrinas Bilang Begini

Oleh: DWJ-Manajement 16 Sep 2026
Manajer Kopdes Belum Ditempatkan, Bos Agrinas Bilang Begini

Kualitas Kompetensi: Perusahaan ingin memastikan bahwa setiap manajer memiliki kapabilitas dalam mengelola keuangan, manajemen rantai pasok, hingga pemberdayaan masyarakat.

Integritas dan Moralitas: Mengingat koperasi ini mengelola dana dan aset masyarakat, aspek kejujuran dan rekam jejak yang bersih menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Kesesuaian Karakter: Manajer harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menjembatani kepentingan perusahaan, pemerintah, dan warga desa.

Sinkronisasi Sistem: Saat ini sedang dilakukan penyelarasan antara sistem manajemen digital yang akan digunakan dengan kompetensi teknis para calon manajer.

Pihak Agrinas menekankan bahwa lebih baik melakukan penundaan sementara demi mendapatkan kualitas SDM yang mumpuni, daripada terburu-buru menempatkan orang yang tidak kompeten yang justru akan merugikan masyarakat desa di masa depan.

Dampak Keterlambatan Manajemen Terhadap Operasional Desa

Meski pihak Agrinas memberikan alasan yang logis, secara praktis, kekosongan jabatan manajer di tingkat KDMP tetap membawa risiko tertentu. Jika tidak segera diisi, terdapat beberapa potensi hambatan yang mungkin muncul dalam jangka pendek maupun menengah.

Pertama, mengenai aspek administrasi dan legalitas. Tanpa manajer yang sah, pengambilan keputusan strategis di tingkat koperasi desa bisa terhambat, terutama yang berkaitan dengan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga atau penggunaan anggaran operasional awal.

Kedua, kepercayaan masyarakat. Koperasi adalah lembaga yang berbasis kepercayaan (trust). Jika masyarakat melihat bahwa program ini belum memiliki pengelola yang jelas, dikhawatirkan antusiasme warga untuk bergabung atau berpartisipasi dalam kegiatan koperasi akan menurun.

Ketiga, optimalisasi aset. KDMP direncanakan memiliki berbagai aset produktif yang harus segera dikelola agar tidak mengalami penyusutan nilai atau kerusakan akibat tidak adanya pengawasan yang memadai.

Langkah Strategis yang Perlu Diambil