DWJ Manajement - PORTAL

Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

Oleh: DWJ-Manajement 28 Jul 2026
Media Asing Sorot IHSG, Disebut Sudah Masuk Bull Market

IHSG Melejit, Media Asing Sebut Pasar Saham Indonesia Resmi Masuk Fase Bull Market

Lonjakan lebih dari 10 persen dalam waktu singkat picu aliran modal asing masuk deras ke Bursa Efek Indonesia.

Jakarta - Pasar modal Indonesia tengah menjadi sorotan dunia. Setelah sempat mengalami periode tekanan dan volatilitas yang tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa luar biasa dengan tren pemulihan yang sangat kuat. Fenomena ini tidak luput dari perhatian media ekonomi internasional yang mulai melabeli pergerakan bursa saham Indonesia sebagai fase bull market atau pasar yang sedang dalam tren naik yang berkelanjutan.

Lonjakan IHSG yang tercatat melampaui angka 10 persen dalam periode pemulihan terakhir ini telah mengubah sentimen investor global terhadap pasar berkembang (emerging markets), khususnya di Asia Tenggara. Jika sebelumnya investor cenderung bersikap hati-hati terhadap aset berisiko di kawasan ini, kini Indonesia justru muncul sebagai salah satu destinasi investasi paling menarik di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Narasi Bull Market di Mata Dunia

Media ekonomi asing menyoroti bahwa transisi IHSG dari fase konsolidasi menuju bull market bukanlah sebuah kebetulan. Berdasarkan data pergerakan indeks terbaru, kenaikan yang konsisten menunjukkan bahwa momentum pasar sudah terbentuk secara teknikal maupun fundamental. Dalam terminologi pasar modal, sebuah bull market ditandai dengan optimisme investor yang tinggi, volume perdagangan yang sehat, dan kenaikan harga aset yang berkelanjutan.

Para analis internasional melihat bahwa Indonesia telah berhasil melewati masa-masa sulit yang disebabkan oleh tekanan inflasi global dan penyesuaian suku bunga tinggi. Kemampuan IHSG untuk bangkit secara signifikan memberikan sinyal bahwa fondasi ekonomi makro Indonesia cukup tangguh untuk menahan guncangan eksternal. Hal ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu "bintang" di pasar modal regional.

Menurut beberapa laporan riset global, transisi menuju bull market ini didorong oleh kombinasi faktor internal yang sangat solid. Investor tidak lagi hanya melihat potensi pertumbuhan jangka panjang, tetapi juga melihat peluang keuntungan cepat akibat harga saham yang sebelumnya sempat terdiskon dalam (undervalued).

Tiga Pilar Utama Pendorong Reli IHSG

Setidaknya terdapat tiga faktor fundamental yang menjadi motor penggerak utama di balik reli IHSG saat ini. Ketiga faktor ini saling berkaitan dan menciptakan efek domino yang positif bagi kepercayaan investor, baik domestik maupun mancanegara.

1. Valuasi Saham yang Menarik dan Murah

Faktor utama yang memicu masuknya aliran modal adalah kondisi valuasi saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinilai masih sangat murah. Selama periode penurunan sebelumnya, banyak saham dari perusahaan dengan fundamental kuat (blue chip) mengalami koreksi harga yang cukup dalam.

Kondisi ini menciptakan apa yang disebut oleh para ahli sebagai margin of safety yang tinggi. Dengan rasio Price to Earnings (P/E) dan Price to Book Value (PBV) yang berada di bawah rata-rata historisnya, saham-saham Indonesia menawarkan potensi capital gain yang sangat menggiurkan. Investor institusi global melihat ini sebagai peluang emas untuk melakukan akumulasi aset di harga rendah sebelum pasar mencapai puncaknya.