2. Dukungan Regulasi yang Solid
Kepercayaan investor juga diperkuat oleh peran regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Komitmen regulator dalam menjaga stabilitas pasar, meningkatkan transparansi, serta menciptakan ekosistem perdagangan yang aman telah memberikan rasa nyaman bagi para pelaku pasar.
Beberapa kebijakan yang mendukung penguatan pasar antara lain:
Peningkatan infrastruktur teknologi perdagangan untuk meminimalisir kendala teknis saat volume transaksi tinggi.
Regulasi yang lebih progresif dalam mendukung digitalisasi pasar modal, memudahkan investor ritel masuk ke pasar.
Kebijakan pengawasan yang ketat terhadap praktik manipulasi pasar, sehingga integritas pasar tetap terjaga.
Inisiatif untuk menarik lebih banyak emiten baru (IPO), terutama dari sektor-sektor strategis seperti teknologi dan energi hijau.
3. Arus Masuk Modal Asing (Foreign Inflow)
Tidak dapat dipungkiri, kehadiran investor asing adalah bensin utama bagi mesin pertumbuhan IHSG. Dalam beberapa bulan terakhir, mencatat adanya aliran modal masuk (net buy) yang sangat masif dari investor asing. Para pengelola dana besar (fund managers) dari Eropa, Amerika Serikat, dan Asia mulai mengalihkan portofolio mereka ke pasar Indonesia.
Masuknya dana asing ini tidak hanya meningkatkan indeks secara keseluruhan, tetapi juga meningkatkan likuiditas pasar. Dengan likuiditas yang tinggi, transaksi besar dapat dilakukan tanpa menyebabkan volatilitas yang ekstrem, yang pada akhirnya menciptakan siklus positif: kenaikan harga menarik lebih banyak investor, dan lebih banyak investor meningkatkan likuiditas serta stabilitas pasar.
Sektor-Sektor yang Menjadi Primadona