Ketidaksesuaian ini menyebabkan banyak lulusan SMK yang memiliki ijazah, namun tidak memiliki keterampilan yang relevan dengan standar industri modern. Akibatnya, perusahaan kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan spesifikasi teknis yang mereka cari.
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan ini antara lain:
Kurikulum pendidikan yang belum diperbarui secara cepat mengikuti perkembangan teknologi industri.
Keterbatasan sarana dan prasarana praktik di sekolah yang belum setara dengan standar pabrik atau industri.
Kurangnya keterlibatan langsung praktisi industri dalam proses penyusunan materi pembelajaran dan pelatihan.