Perlindungan Tenaga Kerja: Peralihan dari batu bara ke energi surya atau angin akan mengubah struktur pasar kerja. Perlu ada program reskilling (pelatihan ulang) agar pekerja tetap kompetitif.
Pemerataan Ekonomi: Pembangunan infrastruktur hijau harus tersebar merata, tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga menyentuh daerah-daerah yang selama ini menjadi pusat ekstraksi sumber daya alam.
Ketahanan Energi Nasional: Transisi harus menjamin bahwa biaya energi tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat agar tidak terjadi gejolak sosial akibat kenaikan harga energi.
Kedaulatan Sumber Daya: Memastikan bahwa ketergantungan pada teknologi impor untuk energi bersih tidak justru menciptakan bentuk ketergantungan baru yang merugikan negara berkembang.
Menurut Jumhur, pemerintah memiliki peran sentral dalam merancang skema pendukung, mulai dari insentif bagi industri hijau hingga jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terdampak perubahan struktur ekonomi tersebut.
Tantangan Indonesia dalam Menyeimbangkan Pembangunan Nasional
Sebagai negara dengan kekayaan biodiversitas yang luar biasa sekaligus memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, Indonesia berada di posisi yang unik sekaligus menantang. Di satu sisi, Indonesia memiliki komitmen kuat terhadap target Net Zero Emission (NZE). Di sisi lain, kebutuhan untuk menggerakkan roda ekonomi guna menyejahterakan ratusan juta rakyatnya tetap menjadi prioritas utama.
Menteri LH mengidentifikasi beberapa tantangan nyata yang dihadapi pemerintah dalam menjaga keseimbangan ini:
1. Sektor Energi dan Ketergantungan FosilIndonesia masih memiliki cadangan batu bara yang besar yang selama ini menjadi tulang punggung kelistrikan nasional. Mengalihkan beban ini ke energi terbarukan memerlukan biaya investasi yang masif dan perencanaan transisi yang sangat hati-hati agar tidak mengganggu pasokan listrik nasional.
2. Pengelolaan Lahan dan DeforestasiUpaya menjaga hutan sebagai penyerap karbon (carbon sink) harus bersinggungan dengan kepentingan sektor pertanian, perkebunan, dan infrastruktur. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan produktivitas lahan tanpa harus memperluas area hutan yang ada.
3. Pendanaan Iklim GlobalJumhur juga menyuarakan pentingnya dukungan pendanaan dari negara-negara maju kepada negara berkembang. Ia menekankan bahwa tanggung jawab perubahan iklim adalah tanggung jawab kolektif, namun kapasitas finansial tiap negara tidaklah sama. Negara berkembang membutuhkan akses yang lebih mudah terhadap pendanaan hijau (green finance) untuk mempercepat langkah mereka.