DWJ Manajement - PORTAL

Meta Dituduh Cuma Cari Cuan, Abaikan Keselamatan Anak di Medsos

Oleh: DWJ-Manajement 19 Aug 2026
Meta Dituduh Cuma Cari Cuan, Abaikan Keselamatan Anak di Medsos

Dilema Model Bisnis Meta

Sebagai perusahaan publik, Meta memiliki tanggung jawab kepada pemegang saham untuk terus menumbuhkan pendapatan. Masalahnya, dalam dunia media sosial, metrik kesuksesan utama adalah "engagement" atau keterlibatan pengguna. Semakin lama seorang anak menatap layar ponsel mereka, semakin banyak iklan yang dapat ditampilkan oleh Meta.

Kondisi ini menciptakan konflik kepentingan yang sangat tajam. Jika Meta menerapkan fitur keselamatan yang membatasi durasi penggunaan aplikasi atau membatasi jenis konten yang muncul, hal tersebut secara langsung dapat menurunkan metrik keterlibatan pengguna, yang pada akhirnya akan berdampak pada penurunan pendapatan iklan. Inilah yang menjadi inti dari tuduhan bahwa Meta lebih mementingkan "cuan" atau keuntungan daripada kesejahteraan generasi muda.

Dampak Psikologis dan Ancaman terhadap Kesehatan Mental

Para ahli psikologi yang mendukung gerakan ini telah lama memperingatkan tentang dampak penggunaan media sosial yang tidak terkendali terhadap perkembangan anak. Penggunaan platform seperti Instagram telah dikaitkan dengan peningkatan angka kecemasan, depresi, dan gangguan citra tubuh di kalangan remaja.

Salah satu fenomena yang paling menonjol adalah perbandingan sosial yang tidak sehat. Anak-anak, yang secara psikologis sedang mencari identitas diri, seringkali terjebak dalam pusaran konten yang menampilkan kehidupan "sempurna" orang lain. Hal ini menciptakan perasaan tidak mampu, rendah diri, dan isolasi sosial di dunia nyata.

Selain itu, fitur-fitur seperti "likes" dan komentar memberikan validasi instan yang memicu pelepasan dopamin di otak. Bagi anak-anak, siklus ini bisa berubah menjadi obsesi untuk terus mencari validasi digital, yang jika tidak terpenuhi, dapat menyebabkan tekanan mental yang hebat.

Mengapa Regulasi Menjadi Mendesak?

Kasus Meta ini merupakan puncak gunung es dari perdebatan global mengenai regulasi teknologi. Banyak negara, terutama di Uni Eropa dan Amerika Serikat, mulai menyadari bahwa perusahaan teknologi besar tidak lagi bisa dibiarkan melakukan swasembada atau mengatur dirinya sendiri (self-regulation).

Para regulator berpendapat bahwa standar keamanan yang ditetapkan oleh perusahaan teknologi seringkali bersifat superfisial dan hanya bertujuan untuk menghindari sanksi hukum, bukan benar-benar melindungi pengguna. Oleh karena itu, tuntutan terhadap Meta ini diharapkan menjadi preseden bagi lahirnya undang-undang perlindungan digital yang lebih ketat di masa depan.

Tuntutan Perubahan Besar bagi Meta