DWJ Manajement - PORTAL

Mimpi Prabowo Bangun PLTS 100 GW Sampai 2029, Hari Ini Baru 1,5 GW

Oleh: DWJ-Manajement 25 Aug 2026
Mimpi Prabowo Bangun PLTS 100 GW Sampai 2029, Hari Ini Baru 1,5 GW

Ambisi Besar Presiden Prabowo: Targetkan 100 GW PLTS di 2029, Tantangan Transisi Energi Nasional Menanti

Langkah berani pemerintah memulai proyek PLTS di Bali demi mengejar ketertinggalan kapasitas energi terbarukan secara masif.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menandai dimulainya era baru transformasi energi hijau di tanah air melalui seremoni groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali. Proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur biasa, melainkan sebuah pernyataan politik dan ekonomi yang kuat mengenai visi besar pemerintah dalam mencapai kemandirian energi.

Dalam visi besarnya, Presiden Prabowo menargetkan kapasitas terpasang PLTS di Indonesia dapat mencapai angka fantastis, yakni 100 Gigawatt (GW) pada tahun 2029 mendatang. Target ini ditetapkan sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk mempercepat transisi energi dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Lompatan Raksasa: Dari 1,5 GW Menuju 100 GW

Jika melihat data kapasitas terpasang saat ini, target yang dicanangkan pemerintah terlihat sangat ambisius, bahkan bagi sebagian kalangan dianggap sebagai "lompatan kuantum". Hingga saat ini, total kapasitas PLTS yang beroperasi di Indonesia baru menyentuh angka sekitar 1,5 GW. Artinya, pemerintah harus membangun kapasitas sebesar 98,5 GW hanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun ke depan.

Kesenjangan (gap) yang sangat lebar antara kondisi riil saat ini dengan target tahun 2029 menuntut adanya perubahan fundamental dalam cara Indonesia mengelola sektor energi. Pembangunan PLTS skala besar di Bali menjadi simbol dimulainya percepatan ini. Bali dipilih bukan tanpa alasan; selain sebagai wajah pariwisata internasional, Bali memiliki potensi radiasi matahari yang cukup baik untuk pengembangan energi surya.

Para ahli energi menilai bahwa untuk mencapai angka 100 GW, Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan proyek-proyek skala kecil atau tersebar. Diperlukan pembangunan solar farm berskala masif yang terintegrasi dengan jaringan listrik nasional (grid) yang kuat. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam pengejaran target ini: