Setiap liter minyak jelantah yang disetorkan akan menjadi bahan baku penting dalam produksi biodiesel. Ini membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil dan mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Langkah Praktis Mengelola Minyak Jelantah di Rumah
Agar program ini berjalan maksimal, masyarakat disarankan untuk mulai membiasakan manajemen minyak goreng yang benar sejak dari dapur. Berikut adalah panduan singkatnya:
Pendinginan: Biarkan minyak goreng bekas mendingin secara alami setelah digunakan. Jangan langsung menyentuh minyak panas.
Penyaringan: Saring minyak dari sisa-sisa makanan agar tidak cepat membusuk atau berbau di dalam wadah penyimpanan.
Wadah Tertutup: Simpan minyak jelantah dalam wadah tertutup rapat (seperti botol plastik atau jerigen kecil) untuk mencegah kebocoran dan bau.
Pengumpulan: Kumpulkan dalam jumlah tertentu hingga wadah penuh.
Penyetoran: Bawa wadah tersebut ke SPBU terdekat yang telah terdaftar memiliki UCollect Box melalui informasi di MyPertamina.
Kesimpulan
Program UCollect yang diinisiasi oleh Pertamina adalah langkah nyata dalam menjembatani kebutuhan masyarakat akan pengelolaan limbah yang praktis sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi. Dengan memanfaatkan aplikasi MyPertamina untuk menemukan lokasi UCollect Box di SPBU terdekat, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dari bahaya limbah minyak goreng.
Jangan lagi membuang minyak jelantah Anda ke saluran air. Mari mulai mengubah limbah menjadi energi, mendukung kemandirian energi nasional melalui biodiesel, dan mendapatkan keuntungan ekonomis secara langsung. Langkah kecil dari dapur Anda adalah kontribusi besar bagi bumi kita.