"Kami berkomitmen untuk terus menjaga transparansi dalam setiap operasional perusahaan. Terkait isu yang berkembang mengenai mitra kerja sama di wilayah Bekasi, kami mengikuti perkembangan proses hukum yang sedang berjalan dan memastikan bahwa seluruh prosedur internal kami tetap berjalan sesuai koridor yang berlaku," ungkap perwakilan perusahaan.
Komitmen terhadap Good Corporate Governance (GCG)
Langkah Pertamina EP dalam merespons isu ini menunjukkan upaya perusahaan untuk menjaga reputasi dan kepercayaan pemangku kepentingan. Dalam industri energi yang memiliki risiko tinggi dan pengawasan ketat, penerapan Good Corporate Governance (GCG) bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi utama operasional.
Pertamina EP menekankan bahwa perusahaan memiliki sistem kontrol internal yang berlapis untuk mencegah terjadinya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Beberapa poin utama yang menjadi pilar GCG di Pertamina EP meliputi:
Transparansi: Keterbukaan dalam penyampaian informasi material yang relevan kepada seluruh pemangku kepentingan.
Akuntabilitas: Kejelasan fungsi, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan berjalan efektif.
Responsibilitas: Kesesuaian pengelolaan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip korporasi yang sehat.
Independensi: Pengelolaan perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh dari pihak mana pun.
Keadilan (Fairness): Keseimbangan dalam memenuhi hak-hak pemangku kepentingan sesuai dengan perjanjian dan ketentuan yang berlaku.
Dampak Terhadap Iklim Bisnis dan Kemitraan Daerah