DWJ Manajement - PORTAL

Niat Renovasi Rumah, Pria Ini Kaget Temukan Harta Karun Viking

Oleh: DWJ-Manajement 03 Sep 2026
Niat Renovasi Rumah, Pria Ini Kaget Temukan Harta Karun Viking

Berat Total: Mencapai 18,5 kilogram, menjadikannya salah satu temuan signifikan di kawasan tersebut.

Jenis Artefak: Diperkirakan terdiri dari koin-koin kuno, perhiasan seperti gelang dan kalung, serta potongan perak yang digunakan sebagai alat tukar (hack silver).

Estimasi Usia: Berasal dari sekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.

Para ahli meyakini bahwa harta karun ini sengaja dikubur oleh seseorang pada masa itu. Dalam sejarah Viking, sering kali ditemukan "hoards" atau simpanan harta yang dikubur oleh pemiliknya untuk tujuan perlindungan dari serangan musuh atau perang, namun pemiliknya tidak pernah kembali untuk mengambilnya.

Mengapa Perak Sangat Berharga bagi Bangsa Viking?

Untuk memahami mengapa temuan ini begitu fenomenal, kita harus melihat kembali bagaimana ekonomi bekerja pada zaman Viking. Berbeda dengan sistem moneter modern yang berbasis pada nilai nominal mata uang, bangsa Viking menggunakan sistem berbasis berat logam mulia.

Perak adalah simbol status, kekayaan, dan alat tukar utama dalam perdagangan lintas batas. Melalui jalur perdagangan yang luas, bangsa Viking mengumpulkan perak dari berbagai penjuru dunia, mulai dari wilayah Timur Tengah (melalui koin dirham Islam) hingga wilayah Eropa Barat. Penggunaan "hack silver"—yaitu memotong perhiasan atau kepingan perak menjadi potongan kecil untuk ditimbang saat transaksi—adalah praktik yang sangat umum pada masa itu.

Temuan seberat 18,5 kg ini menunjukkan bahwa pemilik aslinya kemungkinan besar adalah individu yang memiliki pengaruh besar atau pedagang kaya raya yang mampu mengumpulkan kekayaan dalam jumlah masif.

Pentingnya Temuan Ini bagi Sejarah Eropa Utara

Penemuan ini bukan hanya tentang nilai materi perak tersebut, melainkan tentang potongan teka-teki sejarah yang hilang. Setiap keping perak dan setiap bentuk perhiasan yang ditemukan memberikan data baru mengenai rute perdagangan, teknik metalurgi, dan interaksi budaya antara bangsa Viking dengan peradaban lain.

Para arkeolog akan melakukan pengujian laboratorium yang mendalam untuk menentukan asal-usul perak tersebut. Dengan mengetahui asal logam, para peneliti dapat memetakan sejauh mana jangkauan perdagangan yang dilakukan oleh kelompok Viking yang menetap di wilayah Denmark tersebut.