DWJ Manajement - PORTAL

OJK Ajukan Proposal Insentif Pasar Modal ke Suahasil

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
OJK Ajukan Proposal Insentif Pasar Modal ke Suahasil

```html

Perkuat Ekosistem Keuangan, OJK Ajukan Proposal Insentif Pasar Modal ke Menkeu Suahasil

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah proaktif guna memperkuat struktur dan daya saing pasar modal Indonesia. Dalam upaya mendorong pertumbuhan investasi yang berkelanjutan, OJK secara resmi telah mengajukan proposal terkait pemberian insentif bagi sektor pasar modal kepada Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.

Langkah strategis ini diambil sebagai respon terhadap dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian serta upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar keuangan domestik. Dengan adanya insentif yang tepat, OJK berharap dapat meningkatkan likuiditas pasar dan menarik lebih banyak aliran modal, baik dari investor domestik maupun mancanegara.

Urgensi Pemberian Insentif di Tengah Ketidakpastian Global

Dunia keuangan global saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari fluktuasi suku bunga bank sentral dunia, ketegangan geopolitik, hingga dinamika inflasi yang masih fluktuatif. Kondisi ini berdampak langsung pada aliran modal keluar (capital outflow) dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pasar modal Indonesia memerlukan stimulus agar tetap kompetitif dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. OJK menilai bahwa tanpa adanya kebijakan fiskal yang mendukung, pertumbuhan volume transaksi dan kedalaman pasar (market depth) berisiko mengalami stagnasi.

Pengajuan proposal kepada Kementerian Keuangan ini menjadi krusial karena kebijakan insentif pasar modal umumnya berkaitan erat dengan instrumen fiskal, seperti kebijakan pajak atau pengurangan biaya-biaya tertentu yang berada di bawah wewenang Menteri Keuangan. Sinergi antara regulator sektor jasa keuangan (OJK) dan pengelola kebijakan fiskal (Kemenkeu) menjadi kunci keberhasilan agenda ini.

Meningkatkan Daya Tarik bagi Investor Institusi dan Ritel

Salah satu fokus utama dalam proposal yang diajukan OJK adalah bagaimana menciptakan ekosistem yang lebih ramah bagi investor. Ada dua segmen besar yang menjadi sasaran utama dari rencana insentif ini:

Investor Institusi: Memberikan kepastian hukum dan kemudahan fiskal agar dana pensiun, asuransi, dan manajer investasi lebih percaya diri untuk menempatkan dana jangka panjang di instrumen pasar modal Indonesia.

Investor Ritel: Mendorong partisipasi masyarakat luas melalui skema yang lebih terjangkau dan menarik, sehingga kemandirian finansial masyarakat dapat tumbuh seiring dengan pertumbuhan pasar modal.