DWJ Manajement - PORTAL

OJK Ajukan Proposal Insentif Pasar Modal ke Suahasil

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
OJK Ajukan Proposal Insentif Pasar Modal ke Suahasil

Poin-Poin Strategis dalam Proposal OJK

Meski detail rincian proposal bersifat teknis dan masih dalam tahap pembahasan antara OJK dan Kementerian Keuangan, arah kebijakan yang diusulkan mencakup beberapa aspek fundamental yang dapat memberikan dampak sistemik bagi pasar modal. Berikut adalah beberapa poin yang diprediksi menjadi fokus utama:

1. Insentif Pajak untuk Instrumen Tertentu

OJK berupaya mengusulkan penyesuaian atau pemberian keringanan pajak pada instrumen-instrumen tertentu. Hal ini bertujuan agar imbal hasil (yield) yang diterima investor menjadi lebih kompetitif. Contohnya adalah insentif pada transaksi efek, dividen, atau instrumen berbasis obligasi yang dapat menarik minat investor jangka panjang.

2. Penguatan Likuiditas Pasar

Likuiditas adalah "darah" bagi pasar modal. Tanpa likuiditas yang cukup, pasar akan sulit bergerak dan rentan terhadap volatilitas ekstrem. Insentif yang bertujuan untuk meningkatkan volume transaksi diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan memberikan rasa aman bagi pelaku pasar.

3. Mendukung Keberlanjutan (Sustainable Finance)

Sejalan dengan tren global mengenai Green Economy, OJK juga diprediksi mengusulkan insentif bagi emiten yang menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Hal ini bertujuan agar pasar modal Indonesia tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga secara kualitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Sinergi Regulator: Menjaga Stabilitas Nasional

Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Pengajuan proposal dari OJK ini dipandang sebagai bentuk koordinasi yang sehat dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pihak Kementerian Keuangan diharapkan dapat mengkaji proposal ini dari sisi dampak terhadap penerimaan negara (APBN) dibandingkan dengan manfaat jangka panjang yang akan dihasilkan (multiplier effect). Investasi yang tumbuh di pasar modal akan berdampak pada penguatan cadangan devisa, penciptaan lapangan kerja melalui ekspansi perusahaan publik, dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Jika insentif ini disetujui dan diimplementasikan dengan baik, Indonesia berpeluang besar untuk mengukuhkan posisinya sebagai pusat keuangan utama di Asia Tenggara, bersaing ketat dengan Singapura dalam menarik modal global.