DWJ Manajement - PORTAL

OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

Oleh: DWJ-Manajement 14 Jul 2026
OJK Gelar Forum Tata Kelola dan Risiko Manajemen, Usung Ini

Untuk menghadapi ancaman yang terus berevolusi, pelaku industri didorong untuk tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif. Hal ini mencakup:

Implementasi sistem deteksi ancaman berbasis real-time.

Melakukan uji ketahanan sistem (stress testing) secara berkala terhadap infrastruktur digital.

Peningkatan literasi keamanan siber bagi seluruh karyawan guna meminimalisir risiko human error.

Kolaborasi berbagi informasi mengenai ancaman siber (cyber threat intelligence) antar lembaga keuangan.

Dilema Artificial Intelligence (AI): Peluang dan Risiko Baru

Selain risiko siber, topik mengenai Artificial Intelligence (AI) menjadi magnet utama dalam forum ini. Kehadiran AI telah mengubah cara kerja sektor keuangan, mulai dari otomatisasi proses administrasi, penilaian kredit (credit scoring) yang lebih akurat, hingga deteksi penipuan yang lebih cepat. Namun, di balik efisiensi tersebut, AI membawa sekumpulan risiko baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya.

Risiko AI mencakup fenomena "black box", di mana algoritma AI mengambil keputusan tanpa proses yang dapat dijelaskan secara transparan oleh manusia. Dalam konteks keuangan, hal ini sangat berbahaya jika AI memberikan keputusan kredit yang bias atau diskriminatif terhadap kelompok tertentu tanpa alasan yang jelas. Selain itu, penggunaan AI oleh pelaku kejahatan untuk menciptakan deepfake atau serangan manipulasi data juga menjadi ancaman serius bagi integritas sistem keuangan.

Manajemen Risiko Algoritma

OJK menekankan pentingnya manajemen risiko algoritma sebagai bagian dari kerangka GRC yang baru. Lembaga keuangan harus memastikan bahwa penggunaan AI dilakukan secara etis, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Audit terhadap model AI perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada bias yang merugikan konsumen dan untuk memastikan bahwa model tersebut tetap relevan dengan kondisi pasar yang berubah-ubah.

Pemanfaatan AI untuk Pengawasan Regulator

Di sisi regulator, AI juga dipandang sebagai alat yang sangat kuat untuk memperkuat pengawasan (SupTech - Supervisory Technology). Dengan kemampuan pengolahan data dalam skala besar, OJK dapat melakukan pemantauan pasar secara real-time, mendeteksi pola transaksi mencurigakan yang mengarah pada pencucian uang, serta mengidentifikasi potensi risiko sistemik jauh sebelum krisis terjadi.