DWJ Manajement - PORTAL

OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

Oleh: DWJ-Manajement 16 Jul 2026
OJK Minta Insentif Pajak Buat ETF Emas, Begini Jawaban Airlangga

Pengembangan ETF emas non-delivery di Indonesia diproyeksikan akan membawa beberapa keuntungan signifikan bagi pasar keuangan, di antaranya:

Likuiditas Tinggi: Investor dapat membeli dan menjual unit ETF secara real-time selama jam perdagangan bursa, sehingga proses pencairan dana jauh lebih cepat dibandingkan menjual emas fisik di toko emas.

Biaya Penyimpanan Rendah: Tidak ada kebutuhan akan brankas atau biaya sewa Safe Deposit Box (SDB) karena aset dikelola oleh manajer investasi dan kustodian.

Diversifikasi Portofolio: Memudahkan investor ritel untuk menyisihkan sebagian kecil modalnya guna diversifikasi aset ke emas melalui platform sekuritas yang sudah ada.

Transparansi Harga: Harga unit ETF mengikuti pergerakan harga emas global secara transparan melalui mekanisme pasar bursa.

Respons Airlangga Hartarto: Dukungan terhadap Stimulus Fiskal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya menyambut baik inisiatif OJK tersebut. Menurutnya, pemerintah selalu terbuka terhadap inovasi produk keuangan yang dapat memperdalam pasar modal domestik. Airlangga menekankan bahwa untuk mengembangkan instrumen baru, dibutuhkan sinergi antara regulasi dari otoritas jasa keuangan dan kebijakan fiskal dari pemerintah.

Menurut Airlangga, insentif fiskal, termasuk dalam bentuk pengurangan atau penyesuaian pajak, merupakan instrumen yang valid untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor keuangan. Dengan adanya insentif tersebut, diharapkan produk ETF emas dapat menarik minat investor institusi maupun investor ritel dalam skala besar, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pemerintah juga melihat bahwa penguatan pasar modal melalui produk-produk derivatif dan ETF adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan stabilitas ekonomi. Semakin dalam pasar modal suatu negara, semakin tahan negara tersebut terhadap guncangan eksternal karena tersedianya berbagai pilihan instrumen lindung nilai (hedging) bagi pelaku ekonomi.