DWJ Manajement - PORTAL

Pakar Bicara Hubungan El Nino dan Karhutla di Sejumlah Wilayah RI

Oleh: DWJ-Manajement 12 Aug 2026
Pakar Bicara Hubungan El Nino dan Karhutla di Sejumlah Wilayah RI

Kesiapan Personel dan Peralatan: Tim pemadam kebakaran yang terlatih dan peralatan yang selalu dalam kondisi siap pakai saat memasuki musim kemarau.

Tanggung Jawab Sosial dan Penegakan Hukum

Selain aspek teknis, korporasi juga memikul tanggung jawab sosial. Karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menciptakan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, transportasi, hingga hubungan diplomatik antarnegara di Asia Tenggara. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari keberlangsungan bisnis (business continuity).

Penegakan hukum yang tegas dari pemerintah terhadap perusahaan yang terbukti lalai dalam menjaga area konsesinya menjadi sangat penting. Tanpa adanya konsekuensi hukum yang nyata, upaya pencegahan Karhutla hanya akan dianggap sebagai formalitas belaka tanpa implementasi yang serius di lapangan.

Langkah Strategis Menghadapi Ancaman Masa Depan

Menghadapi pola iklim yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim global, Indonesia memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi. Sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat lokal harus diperkuat. Pemerintah perlu terus melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla secara akurat, sementara sektor swasta harus menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama dalam operasional mereka.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan mengenai bahaya membakar lahan juga tidak boleh berhenti. Mengingat banyak kebakaran bermula dari aktivitas masyarakat kecil yang mencari cara termurah untuk mengelola lahan, maka solusi alternatif untuk pembukaan lahan tanpa bakar harus terus didorong dan difasilitasi oleh pemerintah serta perusahaan melalui program kemitraan.

Kesimpulan

Fenomena El Nino memang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Indonesia melalui kondisi kekeringan yang ekstrem. Namun, El Nino bukanlah pelaku utama; ia hanyalah faktor yang memperparah kondisi lingkungan yang sudah rentan. Pemicu sesungguhnya tetap bersumber dari aktivitas manusia dan manajemen lahan yang buruk.

Kunci pengendalian Karhutla terletak pada penguatan mitigasi, manajemen tata kelola air yang tepat di lahan gambut, serta komitmen penuh dari korporasi untuk menjalankan standar operasional pencegahan yang ketat. Dengan persiapan yang matang dan sinergi antar seluruh pemangku kepentingan, dampak buruk dari fenomena iklim seperti El Nino dapat diminimalisir, sehingga kelestarian hutan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.