Mengoptimalkan pemanfaatan lahan pelabuhan untuk fasilitas pendukung yang lebih bermanfaat.
Fokus Utama pada Jalur Merak-Ketapang
Pelabuhan Merak dan Ketapang dipilih sebagai prioritas utama karena volume kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya. Sebagai gerbang utama penghubung dua pulau terbesar di Indonesia, gangguan kecil pada alur operasional di kedua pelabuhan ini dapat berdampak sistemik terhadap rantai pasok nasional.
Penataan di Merak dan Ketapang akan melibatkan manajemen alur kendaraan yang lebih disiplin. ASDP akan memperketat pengawasan pada titik-titik rawan kemacetan, termasuk area antrean kendaraan dan area tunggu penumpang. Dengan sistem yang lebih tertata, waktu tunggu (waiting time) diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga efisiensi waktu perjalanan dapat tercapai.
Langkah Strategis dan Penguatan Pengawasan
Untuk menjalankan program sterilisasi ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tidak hanya mengandalkan pengawasan manual, tetapi juga mulai mengintegrasikan teknologi dalam sistem manajemen pelabuhan. Penguatan pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari tingkat gerbang masuk hingga area dermaga.
Beberapa langkah konkret yang diambil oleh manajemen ASDP meliputi:
1. Digitalisasi Sistem Tiket dan Alur Penumpang
Penguatan sistem tiket online (e-ticketing) menjadi kunci utama dalam sterilisasi ini. Dengan mewajibkan seluruh penumpang melakukan reservasi secara daring, ASDP dapat memantau jumlah kendaraan dan penumpang secara real-time. Hal ini secara otomatis akan menutup celah bagi para calo tiket yang selama ini kerap mengganggu kenyamanan penumpang di lapangan.
2. Peningkatan Keamanan melalui Teknologi CCTV dan Personel
ASDP akan memperbanyak titik pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan pusat kendali (command center). Penambahan personel keamanan di titik-titik strategis juga dilakukan untuk memastikan aturan sterilisasi dipatuhi oleh seluruh pihak yang berada di area pelabuhan.
3. Penataan Area Komersial yang Terorganisir