DWJ Manajement - PORTAL

Penentuan Desil Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Hasil Sensus Ekonomi

Oleh: DWJ-Manajement 22 Aug 2026
Penentuan Desil Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Hasil Sensus Ekonomi

Penentuan Desil Masyarakat Akan Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Hasil Sensus Ekonomi untuk Akurasi Data

Langkah evaluasi ini diambil guna memastikan distribusi bantuan sosial dan kebijakan ekonomi lebih tepat sasaran serta berbasis data yang valid.

Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan langkah strategis untuk melakukan peninjauan kembali terhadap mekanisme penentuan angka desil masyarakat. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan akurasi data ekonomi nasional yang selama ini menjadi fondasi utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) serta pengambilan kebijakan fiskal lainnya.

Kebijakan pengkajian ulang ini tidak dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah menyatakan bahwa keputusan final mengenai perubahan atau pemutakhiran standar desil akan sangat bergantung pada hasil Sensus Ekonomi yang tengah dipersiapkan. Dengan adanya data yang lebih segar dan komprehensif dari sensus tersebut, diharapkan profil ekonomi masyarakat dapat dipetakan dengan lebih presisi, sehingga tidak ada lagi celah antara realitas di lapangan dengan data di atas kertas.

Urgensi Evaluasi Penentuan Desil Ekonomi

Selama ini, pengelompokan masyarakat ke dalam berbagai desil—yang membagi populasi menjadi sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan atau pengeluaran—menjadi instrumen krusial. Desil 1 hingga desil 3, misalnya, biasanya menjadi kelompok prioritas utama dalam menerima berbagai subsidi pemerintah dan bantuan langsung tunai. Namun, dinamika ekonomi yang cepat, perubahan pola konsumsi pasca-pandemi, hingga fluktuasi inflasi, menuntut adanya pembaruan terhadap parameter yang digunakan untuk menentukan kelompok-kelompok tersebut.

Ada beberapa alasan mendasar mengapa pemerintah merasa perlu melakukan evaluasi ini:

Menghindari Kesalahan Target (Inclusion and Exclusion Errors): Seringkali ditemukan kasus di mana warga yang secara ekonomi mampu justru masuk dalam kategori penerima bantuan (inclusion error), sementara mereka yang benar-benar membutuhkan justru tidak terdata (exclusion error).

Perubahan Struktur Ekonomi: Transformasi ekonomi digital dan pergeseran sektor pekerjaan masyarakat mengubah cara pendapatan dihitung dan diklasifikasikan.

Akurasi Subsidi: Penentuan besaran subsidi energi, seperti BBM dan listrik, sangat bergantung pada klasifikasi desil ini agar subsidi tidak dinikmati oleh kelompok menengah ke atas.