Pemerintah menyadari bahwa ketidakakuratan data desil dapat menyebabkan inefisiensi anggaran negara yang sangat besar. Oleh karena itu, sinkronisasi antara data sosial dan data ekonomi menjadi agenda prioritas dalam rencana kerja mendatang.
Sensus Ekonomi Sebagai Basis Data Utama
Mengapa pemerintah memilih untuk menunggu hasil Sensus Ekonomi? Jawabannya terletak pada kedalaman dan keluasan cakupan data yang dihasilkan. Jika pendataan rutin atau survei berkala hanya memberikan gambaran sampel, Sensus Ekonomi memberikan potret menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi, unit usaha, hingga profil pendapatan masyarakat secara agregat.
Sensus Ekonomi diharapkan mampu menjawab tantangan mengenai bagaimana struktur pengeluaran rumah tangga telah berubah. Misalnya, dengan meningkatnya penetrasi ekonomi digital, pola pengeluaran masyarakat kini tidak hanya terfokus pada kebutuhan pokok tradisional, tetapi juga pada layanan digital dan konektivitas. Hal ini memerlukan parameter baru dalam menentukan apakah sebuah keluarga masuk dalam kategori ekonomi menengah atau bawah.
Dengan menggunakan hasil Sensus Ekonomi sebagai basis, proses penentuan desil akan memiliki legitimasi ilmiah yang kuat. Pemerintah tidak lagi hanya menggunakan asumsi atau data lama, melainkan menggunakan data riil yang mencerminkan kondisi terkini di seluruh pelosok negeri. Ini akan meminimalisir perdebatan publik mengenai ketidakadilan dalam pembagian bantuan sosial.
Tantangan dalam Sinkronisasi Data
Meskipun rencana ini sangat ideal, pelaksanaannya bukan tanpa hambatan. Sinkronisasi antara Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai penyedia data dan kementerian/lembaga terkait sebagai pengguna data seringkali menghadapi kendala teknis. Beberapa tantangan yang diantisipasi meliputi:
Integrasi Sistem: Menyatukan database ekonomi hasil sensus dengan database sosial seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) memerlukan integrasi sistem informasi yang kompleks.
Kecepatan Pemrosesan Data: Sensus Ekonomi menghasilkan volume data yang sangat besar (big data), sehingga dibutuhkan waktu dan teknologi tinggi untuk mengolahnya menjadi informasi desil yang siap pakai.