DWJ Manajement - PORTAL

Penerbangan Batal Imbas Erupsi, Maskapai Diminta Refund Full Dana Penumpang

Oleh: DWJ-Manajement • 06 Sep 2026
Penerbangan Batal Imbas Erupsi, Maskapai Diminta Refund Full Dana Penumpang

Oleh karena itu, desakan BPKN agar maskapai memberikan refund penuh bukan sekadar masalah angka, melainkan upaya untuk meringankan beban psikologis dan finansial masyarakat yang tengah terdampak bencana.

Panduan Bagi Penumpang yang Terdampak Erupsi

Menghadapi situasi di mana penerbangan Anda dibatalkan akibat aktivitas vulkanik, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi hak Anda sebagai konsumen:

Simpan Semua Bukti Pembayaran: Pastikan Anda memiliki salinan digital maupun fisik dari e-ticket, bukti transfer, dan notifikasi pembatalan dari maskapai.

Dokumentasikan Pengumuman Resmi: Jika pembatalan diumumkan melalui pengeras suara di bandara atau papan informasi, ambil foto atau video sebagai bukti pendukung jika diperlukan di kemudian hari.

Ajukan Klaim Segera: Jangan menunda untuk mengajukan refund melalui kanal resmi maskapai (aplikasi, website, atau customer service).

Catat Nomor Laporan: Setiap kali melakukan komplain atau pengajuan refund, pastikan Anda mendapatkan nomor tiket laporan sebagai referensi tindak lanjut.

Gunakan Saluran Pengaduan Jika Diperlukan: Jika maskapai tidak memberikan respon yang memuaskan atau melakukan pemotongan dana secara sepihak, Anda dapat melaporkan hal tersebut ke BPKN atau Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Kesimpulan

Erupsi gunung berapi adalah bencana alam yang tidak dapat dihindari, namun cara industri penerbangan merespons dampak dari bencana tersebut adalah sebuah pilihan kebijakan. Desakan BPKN agar maskapai memberikan pengembalian dana 100 persen merupakan langkah krusial untuk menjaga keadilan bagi konsumen. Maskapai diharapkan tidak menggunakan dalih force majeure untuk memotong hak finansial penumpang. Dengan menjamin refund penuh dan proses yang transparan, maskapai tidak hanya memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga menjaga reputasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri penerbangan di masa krisis.