DWJ Manajement - PORTAL

Pengakuan Seller TikTok soal Saldo Ditahan-Lenyap Berujung PHK Karyawan

Oleh: DWJ-Manajement • 30 Sep 2026
Pengakuan Seller TikTok soal Saldo Ditahan-Lenyap Berujung PHK Karyawan

Saldo TikTok Shop Lenyap Misterius, Puluhan Seller Mengadu ke DPR RI: Berujung PHK Karyawan!

Krisis kepercayaan melanda para pelaku UMKM yang menggantungkan hidupnya pada platform social commerce. Sejumlah penjual di TikTok Shop melaporkan hilangnya dana hasil penjualan yang secara tiba-tiba menjadi Rp 0, memicu gelombang ketidakpastian ekonomi yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di tingkat operasional toko.

Jakarta – Dunia perdagangan digital Indonesia kembali diguncang kabar memprihatinkan. Sejumlah seller atau penjual di platform TikTok Shop kini melayangkan pengaduan resmi ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI. Langkah ini diambil setelah mereka mengalami kerugian finansial yang sangat besar akibat sistem penahanan saldo hingga hilangnya dana di dalam dompet digital platform tersebut secara misterius.

Fenomena ini bukan sekadar masalah teknis operasional biasa, melainkan telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan dan ekonomi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Dana yang seharusnya menjadi modal putar untuk stok barang dan gaji karyawan, mendadak tidak dapat dicairkan, bahkan dalam beberapa kasus, saldo yang terlihat telah habis menjadi nol tanpa penjelasan yang transparan dari pihak platform.

Kronologi Kerugian: Dari Saldo Ditahan Hingga Menjadi Nol

Berdasarkan informasi yang dihimpun, masalah ini bermula ketika para seller mengalami kendala saat melakukan penarikan dana (withdraw) hasil penjualan mereka. Awalnya, para penjual mengeluhkan adanya kebijakan penahanan saldo (holding balance) yang durasinya tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan perjanjian awal penggunaan platform.

Namun, situasi menjadi jauh lebih buruk ketika beberapa seller melaporkan bahwa saldo yang sebelumnya tersedia secara tiba-tiba menghilang. Setelah dilakukan pengecekan pada riwayat transaksi, angka yang tertera di dompet penjual menunjukkan nominal Rp 0. Tidak ada catatan pengembalian dana ke rekening bank, tidak ada penjelasan mengenai sanksi atau denda, dan tidak ada transparansi mengenai ke mana aliran dana tersebut berpindah.

Para seller merasa terjebak dalam ekosistem yang tidak memberikan perlindungan bagi mitra pedagangnya. Mereka merasa telah menjalankan kewajiban dengan mengirimkan barang dan melayani pelanggan, namun ketika tiba saatnya menerima hak, sistem justru menghambat dan menghilangkan hak tersebut secara sepihak.

Dampak Domino: Gelombang PHK di Sektor UMKM Digital

Dampak dari hilangnya modal kerja ini tidak berhenti pada kerugian finansial semata. Efek domino yang paling nyata dan menyakitkan adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan-karyawan toko. Banyak dari seller ini merupakan pelaku usaha yang telah berkembang dari skala rumahan menjadi skala menengah dengan memiliki karyawan tetap untuk bagian packing, admin chat, hingga kurir internal.

Ketika arus kas (cash flow) terhenti akibat saldo yang ditahan atau dihilangkan, operasional toko menjadi lumpuh. Berikut adalah beberapa dampak langsung yang dirasakan oleh para seller: