DWJ Manajement - PORTAL

Pengusaha Akui Pasar RI Banjir Impor Ilegal: Nilainya Besar!

Oleh: DWJ-Manajement 24 Aug 2026
Pengusaha Akui Pasar RI Banjir Impor Ilegal: Nilainya Besar!

Pasar Indonesia 'Kebanjiran' Impor Ilegal, Apindo: Nilainya Fantastis dan Mengancam Industri Nasional

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani memperingatkan dampak sistemik masuknya barang ilegal yang merusak ekosistem persaingan usaha di tanah air.

Kondisi pasar domestik Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar yang mengancam keberlangsungan industri manufaktur dan pelaku usaha lokal. Fenomena banjirnya produk impor ilegal kini bukan lagi sekadar isu sampingan, melainkan ancaman nyata yang memiliki nilai ekonomi sangat besar. Masuknya barang-barang yang tidak melalui jalur resmi ini telah menciptakan ketidakadilan pasar yang masif.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, menyoroti secara tajam mengenai maraknya peredaran produk impor ilegal yang merambah berbagai sektor, mulai dari tekstil, alas kaki, hingga produk elektronik dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Menurutnya, besarnya nilai barang ilegal yang masuk ke Indonesia merupakan sinyal merah bagi kesehatan ekonomi nasional.

Ancaman Serius bagi Kelangsungan Industri Dalam Negeri

Masuknya barang impor ilegal bukan hanya soal perpindahan komoditas, melainkan soal rusaknya struktur harga di pasar. Produk ilegal biasanya dijual dengan harga yang jauh di bawah harga pasar produk legal. Hal ini terjadi karena para importir ilegal tidak mematuhi aturan perpajakan, tidak membayar bea masuk, dan mengabaikan standar nasional yang berlaku seperti SNI (Standar Nasional Indonesia).

Shinta Kamdani menjelaskan bahwa ketimpangan biaya ini membuat pengusaha lokal yang patuh aturan menjadi kalah bersaing secara telak. "Pengusaha kita bermain sesuai aturan, membayar pajak, mengikuti regulasi lingkungan, dan memenuhi standar kualitas. Sementara itu, produk ilegal masuk tanpa beban biaya tersebut, sehingga mereka bisa menawarkan harga yang sangat rendah dan tidak masuk akal bagi produsen lokal," ungkapnya dalam sebuah kesempatan diskusi ekonomi.

Dampak dari fenomena ini menciptakan efek domino yang merusak. Ketika produsen lokal tidak mampu bersaing, mereka terpaksa mengurangi kapasitas produksi. Penurunan produksi ini kemudian berujung pada pengurangan tenaga kerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan angka pengangguran di dalam negeri. Jika dibiarkan tanpa tindakan tegas, industri manufaktur nasional bisa mengalami deindustrialisasi dini.

Persaingan Tidak Sehat yang Merusak Ekosistem UMKM

Tidak hanya menyasar perusahaan manufaktur skala besar, banjir impor ilegal ini juga mencekik para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, namun mereka adalah kelompok yang paling rentan terhadap guncangan harga akibat barang impor murah.

Beberapa dampak spesifik yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal meliputi:

Erosi Margin Keuntungan: Produsen lokal dipaksa menurunkan harga hingga ke level yang tidak lagi menutupi biaya produksi demi bertahan di pasar.