DWJ Manajement - PORTAL

Pengusaha Minta Hal Ini Dilakukan buat Geber Bisnis di RI

Oleh: DWJ-Manajement • 27 Sep 2026
Pengusaha Minta Hal Ini Dilakukan buat Geber Bisnis di RI

```html

Kadin Desak Penguatan Ekosistem Bisnis: Jangan Hanya Kejar Angka Pertumbuhan!

Pengusaha menekankan pentingnya stabilitas regulasi, transformasi digital, dan kualitas SDM untuk mengakselerasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

JAKARTA - Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian, para pelaku usaha di Indonesia mulai menyuarakan catatan kritis terkait arah kebijakan ekonomi nasional. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada pencapaian angka pertumbuhan ekonomi semata, melainkan harus mulai berfokus pada penguatan ekosistem dunia usaha secara menyeluruh.

Kadin menilai, pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan bersifat semu dan tidak berkelanjutan jika tidak dibarengi dengan fondasi ekosistem yang kuat. Tanpa ekosistem yang sehat, akselerasi bisnis akan terus terhambat oleh berbagai kendala struktural yang selama ini menjadi "penyakit kronis" dalam iklim investasi di tanah air.

Mengapa Pertumbuhan Saja Tidak Cukup?

Selama ini, indikator keberhasilan ekonomi seringkali hanya diukur melalui Produk Domestik Bruto (PDB) atau angka pertumbuhan tahunan. Namun, bagi para pengusaha, angka-angka tersebut tidak mencerminkan realitas di lapangan mengenai seberapa mudah atau sulitnya mereka menjalankan roda bisnis sehari-hari.

Menurut pandangan Kadin, fokus yang berlebihan pada pertumbuhan tanpa memperhatikan kualitas ekosistem dapat menciptakan ketimpangan. Pertumbuhan yang didorong oleh konsumsi semata tanpa didukung oleh produksi dan daya saing industri akan membuat ekonomi Indonesia rentan terhadap guncangan eksternal. Oleh karena itu, diperlukan pergeseran paradigma dari sekadar "mengejar angka" menjadi "membangun sistem".

Ekosistem bisnis yang kuat mencakup integritas hukum, kemudahan birokrasi, ketersediaan infrastruktur yang terintegrasi, hingga kesiapan tenaga kerja. Jika elemen-elemen ini tidak diperkuat, maka upaya untuk melakukan "geber" atau percepatan bisnis akan selalu membentur dinding hambatan yang sama.

Empat Pilar Utama Penguatan Ekosistem Bisnis

Untuk mencapai target pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan, Kadin mengidentifikasi beberapa sektor krusial yang harus segera dibenahi oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Berikut adalah empat pilar utama yang menjadi fokus utama pengusaha:

1. Kepastian Hukum dan Harmonisasi Regulasi

Salah satu keluhan klasik yang terus berulang adalah tumpang tindih regulasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ketidakpastian hukum merupakan musuh utama bagi investor, baik domestik maupun asing. Pengusaha membutuhkan aturan main yang jelas, transparan, dan konsisten.

Harmonisasi regulasi diperlukan agar tidak ada ego sektoral antar kementerian atau lembaga yang justru memperumit proses perizinan. Dengan adanya kepastian hukum, pelaku usaha dapat melakukan perencanaan jangka panjang dengan lebih percaya diri, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume investasi di Indonesia.

2. Akselerasi Transformasi Digital dan Infrastruktur

Dunia sedang bergerak menuju ekonomi digital, dan Indonesia tidak boleh tertinggal. Penguatan ekosistem bisnis harus melibatkan integrasi teknologi dalam setiap rantai pasok. Hal ini mencakup:

Pemerataan konektivitas internet hingga ke pelosok daerah untuk mendukung UMKM go digital.

Digitalisasi layanan publik dan perizinan guna meminimalisir praktik pungutan liar dan birokrasi yang berbelit.

Penyediaan infrastruktur pendukung seperti pusat data (data center) yang aman dan andal.

Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produk lokal di pasar global.

3. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Pertumbuhan bisnis yang masif akan sia-sia jika tidak didukung oleh tenaga kerja yang kompeten. Kadin menyoroti adanya kesenjangan (gap) antara kebutuhan industri dengan kualifikasi lulusan lembaga pendidikan saat ini. Penguatan ekosistem harus menyentuh aspek pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan (upskilling) yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan, seperti teknologi hijau, AI, dan manufaktur canggih.

4. Efisiensi Logistik dan Rantai Pasok

Biaya logistik di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN. Hal ini menjadi beban tambahan bagi para pengusaha, terutama dalam menentukan harga jual produk. Penguatan ekosistem harus mencakup optimalisasi konektivitas antara pelabuhan, jalan tol, dan pusat-pusat produksi untuk menekan biaya distribusi.

Menghadapi Tantangan Global yang Dinamis

Kadin juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan geopolitik yang kompleks. Perang dagang, konflik di berbagai belahan dunia, hingga perubahan iklim sangat mempengaruhi stabilitas ekonomi global. Dalam kondisi seperti ini, ketahanan ekosistem domestik menjadi kunci utama.

Dengan ekosistem yang kuat, dunia usaha di Indonesia akan memiliki "imunitas" yang lebih baik terhadap guncangan global. Pengusaha tidak hanya akan mampu bertahan (survive), tetapi juga mampu mengambil peluang dari relokasi industri global ke Indonesia. Namun, peluang ini hanya bisa ditangkap jika Indonesia mampu menawarkan lingkungan bisnis yang lebih kompetitif dan efisien dibandingkan negara pesaing lainnya.

Sinergi Pemerintah dan Swasta: Kunci Akselerasi

Pesan utama dari Kadin adalah perlunya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah sebagai regulator dan sektor swasta sebagai penggerak ekonomi. Pemerintah diharapkan tidak hanya berperan sebagai pembuat aturan, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mendengarkan aspirasi riil dari para pelaku usaha di lapangan.

Kebijakan yang diambil harus bersifat pro-bisnis namun tetap menjaga kepentingan nasional. Sinergi ini akan menciptakan iklim investasi yang sehat, di mana pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Kesimpulan

Untuk melakukan percepatan atau "geber" bisnis di Indonesia, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan strategi pertumbuhan angka-angka makro ekonomi. Fokus utama harus segera dialihkan pada pembangunan dan penguatan ekosistem dunia usaha yang mencakup kepastian hukum, transformasi digital, kualitas SDM, dan efisiensi logistik. Hanya dengan fondasi ekosistem yang kokoh, Indonesia dapat mencapai visi Indonesia Emas 2045 dan menjadi pemain kunci dalam ekonomi global.

```

Menampilkan Seluruh Artikel