Pengusaha Penyeberangan Desak Pemerintah Percepat Perbaikan Infrastruktur Pelabuhan Demi Keamanan dan Keselamatan
JAKARTA – Sektor transportasi laut dan penyeberangan di Indonesia tengah menghadapi tantangan besar terkait kesiapan infrastruktur dan jaminan keselamatan pelayaran. Para pelaku usaha di sektor pelayaran mendesak pemerintah untuk segera melakukan percepatan dalam pembangunan serta perbaikan infrastruktur pelabuhan di berbagai titik strategis di seluruh Nusantara.
Langkah ini dinilai krusial bukan hanya untuk kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga sebagai upaya preventif dalam menekan angka kecelakaan laut yang kerap terjadi akibat fasilitas pelabuhan yang belum memadai. Sebagai negara kepulauan, konektivitas laut adalah urat nadi ekonomi, namun kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya gap yang signifikan antara kebutuhan operasional dengan fasilitas yang tersedia.
Urgensi Modernisasi Infrastruktur Pelabuhan
Para pengusaha penyeberangan menekankan bahwa pelabuhan bukan sekadar tempat bersandarnya kapal, melainkan pusat integrasi moda transportasi yang menentukan efisiensi distribusi barang dan mobilitas manusia. Saat ini, banyak pelabuhan penyeberangan di wilayah perintis maupun wilayah penyangga ekonomi masih mengandalkan fasilitas lama yang belum mampu mengimbangi peningkatan volume kendaraan dan penumpang.
Keterbatasan fasilitas seperti kedalaman kolam pelabuhan yang kurang memadai, kondisi dermaga yang mulai rapuh, hingga kurangnya peralatan bongkar muat yang modern menjadi kendala utama. Hal ini menyebabkan waktu tunggu kapal (dwelling time) menjadi lebih lama, yang pada akhirnya membengkakkan biaya logistik nasional.
Beberapa poin utama yang menjadi sorotan para pengusaha terkait kondisi infrastruktur saat ini meliputi:
Kondisi Dermaga yang Terbatas: Banyak dermaga yang tidak mampu menampung kapal dengan ukuran lebih besar atau memiliki kapasitas sandar yang terbatas pada jam sibuk.
Fasilitas Pendukung yang Minim: Kurangnya area parkir yang memadai di area pelabuhan seringkali menyebabkan kemacetan panjang yang mengganggu arus lalu lintas menuju pelabuhan.
Sistem Navigasi dan Penerangan: Kurangnya sistem navigasi dan penerangan yang optimal di area pelabuhan meningkatkan risiko kecelakaan saat kapal bersandar di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk.
Digitalisasi Pelayanan: Masih banyak pelabuhan yang belum terintegrasi secara digital, sehingga proses administrasi dan pembayaran masih sering mengalami hambatan manual.