DWJ Manajement - PORTAL

Pengusaha Pertashop Minta Bisa Ikut Jual Pertalite

Oleh: DWJ-Manajement 08 Sep 2026
Pengusaha Pertashop Minta Bisa Ikut Jual Pertalite

```html

Pengusaha Pertashop Desak Pemerintah Izinkan Penjualan Pertalite di Pelosok Negeri

Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) menilai pembatasan jenis produk BBM yang dijual menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan akses energi bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Dunia usaha ritel energi di Indonesia tengah menghadapi tantangan serius. Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) secara resmi menyampaikan aspirasi kepada pemerintah agar memberikan izin bagi mitra Pertashop untuk turut menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan bisnis para pengusaha kecil di sektor Pertashop sekaligus memastikan distribusi energi nasional menjangkau hingga ke lapisan masyarakat paling bawah di daerah pelosok.

Dilema Bisnis Pertashop di Tengah Keterbatasan Produk

Sejak pertama kali diluncurkan oleh PT Pertamina Patra Niaga, Pertashop dirancang sebagai solusi untuk memperluas jangkauan distribusi BBM non-subsidi ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh SPBU besar. Fokus utama Pertashop adalah menyediakan produk BBM berkualitas seperti Pertamax series.

Namun, dalam praktiknya di lapangan, model bisnis ini menghadapi hambatan besar terkait daya beli masyarakat. Di banyak wilayah pedesaan, perkebunan, dan pelosok daerah, mayoritas masyarakat masih sangat bergantung pada BBM jenis subsidi seperti Pertalite untuk menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari, mulai dari kendaraan logistik hingga alat pertanian.

HPMPI mengungkapkan bahwa keterbatasan jenis produk ini menciptakan celah pasar yang sangat besar. Ketika sebuah Pertashop berdiri di tengah desa namun hanya menjual produk non-subsidi, maka kehadiran unit usaha tersebut menjadi kurang relevan bagi kebutuhan mendasar warga setempat. Hal ini mengakibatkan tingkat perputaran modal (turnover) menjadi lambat, yang pada akhirnya mengancam kesehatan finansial para mitra pengusaha Pertashop.

Daya Beli Masyarakat Menjadi Penghambat Utama

Kesenjangan antara jenis produk yang disediakan dengan kemampuan ekonomi masyarakat menjadi isu sentral. Para pengusaha Pertashop berargumen bahwa memaksa masyarakat di daerah tertinggal untuk beralih ke BBM non-subsidi adalah hal yang sulit dilakukan dalam waktu singkat tanpa adanya insentif atau perubahan regulasi.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa keterbatasan produk menjadi kendala berat:

Kesenjangan Harga: Selisih harga antara Pertalite dan Pertamax cukup signifikan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah di pedesaan.