Perhatian! Ini Cara Cek Desil Bansos Kemensos Secara Online Lewat NIK, Sangat Mudah!
Mulai 2026, Kemensos Permudah Akses Informasi Kesejahteraan Melalui Integrasi NIK untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) tengah menyiapkan langkah besar dalam transformasi digital pelayanan publik. Memasuki tahun 2026, sistem pengecekan status kesejahteraan masyarakat dan penerimaan bantuan sosial (bansos) akan mengalami perubahan signifikan. Masyarakat kini tidak perlu lagi bingung atau datang jauh-jauh ke kantor dinas sosial hanya untuk memastikan apakah mereka masuk dalam kategori penerima bantuan atau tidak.
Dengan adanya pembaruan sistem ini, pengecekan status ekonomi atau yang dikenal dengan istilah "Desil" dapat dilakukan secara mandiri melalui platform online. Cukup dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tertera pada KTP, setiap warga negara dapat mengakses informasi mengenai posisi ekonomi mereka dalam basis data kemiskinan nasional. Langkah ini diambil untuk meningkatkan transparansi dan akurasi penyaluran bantuan sosial agar benar-benar sampai ke tangan yang berhak.
Apa Itu Desil dalam Data Kemensos?
Sebelum masuk ke tata cara pengecekan, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami apa yang dimaksud dengan istilah "Desil" dalam konteks bantuan sosial. Dalam manajemen data kemiskinan yang dikelola oleh Kementerian Sosial, masyarakat dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi mereka. Pengelompokan ini disebut dengan sistem desil.
Sistem desil membagi populasi masyarakat ke dalam 10 kelompok (Desil 1 hingga Desil 10). Semakin rendah angka desilnya, maka semakin tinggi tingkat kerentanan ekonomi atau tingkat kemiskinan kelompok tersebut. Berikut adalah penjelasan mengenai tingkatan desil tersebut:
Pembagian Kategori Desil Kesejahteraan
Desil 1: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah (sangat miskin). Kelompok ini merupakan prioritas utama dalam penyaluran berbagai jenis bantuan sosial pemerintah.
Desil 2: Kelompok masyarakat miskin. Mereka berada sedikit di atas desil 1 namun masih masuk dalam kategori yang membutuhkan intervensi bantuan sosial secara intensif.
Desil 3: Kelompok masyarakat rentan miskin. Meskipun secara ekonomi sudah sedikit lebih baik dari desil 1 dan 2, kelompok ini masih sangat rentan jatuh ke garis kemiskinan jika terjadi guncangan ekonomi.
Desil 4: Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan menengah ke bawah.
Desil 5 hingga Desil 10: Kelompok masyarakat yang dianggap sudah cukup sejahtera dan berada di atas garis kemiskinan. Secara umum, kelompok desil tinggi (terutama desil 8 hingga 10) adalah kelompok yang tidak masuk dalam target penerima bantuan sosial reguler.