DWJ Manajement - PORTAL

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Dirut Pertamina: Galang Kebersamaan

Oleh: DWJ-Manajement • 02 Oct 2026
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Dirut Pertamina: Galang Kebersamaan

Dirut Pertamina Simon Mantiri Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Kebersamaan Lewat Nilai Pancasila

Jakarta - Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Mantiri, menekankan pentingnya menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan kompas moral yang harus senantiasa dijaga untuk menciptakan kebersamaan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam momentum refleksi nasional ini, Simon menyampaikan bahwa tantangan bangsa ke depan akan semakin kompleks, baik dari sisi geopolitik maupun dinamika ekonomi global. Oleh karena itu, persatuan yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila menjadi fondasi utama agar Indonesia tetap kokoh dan mampu melangkah maju menghadapi berbagai ketidakpastian.

Semangat Kebersamaan sebagai Fondasi Ketahanan Nasional

Simon Mantiri menyoroti bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan bangsa. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Indonesia, Pancasila hadir sebagai pemersatu yang menjembatani segala perbedaan. Tanpa adanya rasa kebersamaan, mustahil sebuah bangsa besar dapat mencapai stabilitas yang berkelanjutan.

Bagi Pertamina, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis, nilai kebersamaan ini diterjemahkan ke dalam semangat kolaborasi. Perusahaan tidak hanya berfokus pada pencapaian profitabilitas, tetapi juga pada peran sosial untuk memastikan energi dapat menjangkau hingga pelosok negeri. Hal ini sejalan dengan amanat Pancasila untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan golongan.

Lebih lanjut, Simon menjelaskan bahwa kebersamaan harus dibangun di atas landasan kepercayaan dan rasa saling menghargai. Dalam konteks korporasi, hal ini diimplementasikan melalui budaya kerja yang inklusif, di mana setiap insan Pertamina memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan energi nasional.

Pentingnya Keadilan Sosial dalam Distribusi Energi

Selain aspek kebersamaan, Simon juga memberikan penekanan khusus pada aspek keadilan. Sila kelima Pancasila, yakni "Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia," menjadi ruh dalam setiap kebijakan yang diambil oleh Pertamina. Keadilan dalam konteks ini mencakup aspek pemerataan akses energi yang terjangkau dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, memastikan ketersediaan energi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) adalah bentuk nyata dari implementasi nilai keadilan. Pertamina berkomitmen untuk terus melakukan upaya optimalisasi distribusi agar tidak ada satu pun wilayah di Indonesia yang merasa tertinggal dalam mendapatkan hak dasarnya atas energi.

Pemerataan Akses: Memastikan distribusi BBM dan LPG menjangkau seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali.

Keterjangkauan Harga: Menjaga stabilitas pasokan agar energi tetap dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Pembangunan Infrastruktur: Membangun fasilitas energi di daerah-daerah terpencil guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Transisi Energi Berkeadilan: Mengawal transisi menuju energi bersih dengan tetap memperhatikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Implementasi Nilai Pancasila dalam Tata Kelola Perusahaan

Sebagai perusahaan kelas dunia, Pertamina dituntut untuk menjalankan praktik bisnis yang bersih dan berintegritas. Simon Mantiri menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG). Integritas, transparansi, dan akuntabilitas adalah manifestasi dari pengamalan nilai-nilai luhur bangsa dalam dunia profesional.

Dengan mengedepankan etika kerja yang berlandaskan Pancasila, perusahaan dapat menghindari praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat. Hal ini sangat krusial mengingat Pertamina mengelola aset negara yang sangat besar dan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Menghadapi Tantangan Global dengan Identitas Nasional

Di era globalisasi, arus informasi dan budaya asing masuk dengan begitu masif. Simon mengingatkan agar kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi tidak melunturkan jati diri bangsa. Sebaliknya, nilai-nilai Pancasila harus menjadi filter agar Indonesia tetap memiliki karakter yang kuat di kancah internasional.

Pertamina, dalam perannya sebagai pemain global di industri energi, harus mampu bersaing dengan standar internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal. Sinergi antara profesionalisme global dan etika lokal inilah yang diyakini akan membawa Pertamina menjadi perusahaan energi yang tangguh dan berkelanjutan.

Implementasi nyata dari hal ini terlihat pada bagaimana Pertamina terus berinovasi dalam pengembangan energi terbarukan. Langkah ini bukan hanya sekadar upaya mengejar tren global, tetapi merupakan tanggung jawab moral untuk menjaga lingkungan hidup bagi generasi mendatang—sebuah bentuk tanggung jawab yang selaras dengan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.

Kesimpulan

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa, termasuk BUMN seperti Pertamina, untuk merenungkan kembali esensi dari ideologi negara. Pesan dari Direktur Utama Pertamina, Simon Mantiri, sangat jelas: kebersamaan dan keadilan adalah dua pilar utama yang harus terus diperjuangkan.

Melalui penguatan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan roda korporasi, Indonesia akan memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Dengan menjaga persatuan dan memastikan keadilan sosial melalui pemerataan energi, bangsa ini akan mampu mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan menuju Indonesia Emas.

Menampilkan Seluruh Artikel