DWJ Manajement - PORTAL

Permintaan Tabung Oksigen Naik di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
Permintaan Tabung Oksigen Naik di Tengah Kabut Asap Palangka Raya

Palangka Raya Terkepung Kabut Asap: Permintaan Tabung Oksigen Melonjak Hingga Tiga Kali Lipat

Palangka Raya, Kalimantan Tengah – Situasi di Kota Palangka Raya kini tengah berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah tersebut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meluas, mulai berdampak signifikan terhadap sektor kesehatan masyarakat. Berdasarkan pantauan di lapangan, permintaan terhadap tabung oksigen di berbagai apotek dan fasilitas kesehatan dilaporkan melonjak drastis hingga tiga kali lipat dari biasanya.

Kabut asap yang menyelimuti langit Palangka Raya bukan sekadar gangguan jarak pandang bagi pengendara, melainkan telah menjelma menjadi ancaman kesehatan serius bagi warga. Partikel halus dari asap kebakaran lahan tersebut masuk ke dalam sistem pernapasan, memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang memaksa masyarakat mencari bantuan pernapasan tambahan.

Krisis Udara Bersih dan Lonjakan Kebutuhan Medis

Kondisi atmosfer di Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir tampak abu-abu pekat. Bau menyengat dari sisa pembakaran lahan tidak dapat dihindari, bahkan di dalam ruangan tertutup sekalipun. Fenomena ini berbanding lurus dengan kondisi di sektor farmasi dan penyedia alat kesehatan. Para pedagang tabung oksigen mengaku mulai kewalahan memenuhi permintaan yang datang secara tiba-tiba dalam jumlah besar.

Salah satu distributor alat kesehatan di Palangka Raya mengungkapkan bahwa kenaikan permintaan ini tidak hanya datang dari pasien rawat inap di rumah sakit, tetapi juga dari masyarakat umum yang melakukan perawatan mandiri di rumah. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak warga yang mulai merasakan sesak napas akibat kualitas udara yang terus merosot.

Lonjakan permintaan tiga kali lipat ini menciptakan tekanan baru pada rantai pasok oksigen medis. Jika kondisi kebakaran hutan tidak segera terkendali, dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan stok oksigen yang dapat memperburuk krisis kesehatan di wilayah Kalimantan Tengah.

Dampak Kesehatan: ISPA Menjadi Ancaman Utama

Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa paparan asap secara terus-menerus dalam jangka waktu lama dapat merusak jaringan paru-paru. Komponen berbahaya dalam asap karhutla, seperti karbon monoksida dan partikel PM2.5, sangat mudah menembus pertahanan tubuh manusia. Akibatnya, angka kunjungan ke Puskesmas dan Rumah Sakit terkait keluhan pernapasan terus menunjukkan tren peningkatan.

Beberapa kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak oleh kondisi ini antara lain:

Anak-anak: Karena frekuensi pernapasan mereka yang lebih cepat, anak-anak lebih banyak menghirup polutan.

Lansia: Kelompok usia lanjut yang umumnya memiliki fungsi paru-paru yang sudah menurun.