DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Ikut Garap Proyek PSEL di Yogyakarta, Target Beroperasi 2028

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Pertamina Ikut Garap Proyek PSEL di Yogyakarta, Target Beroperasi 2028

Pertamina Ambil Peran Strategis, Garap Proyek PSEL Yogyakarta untuk Atasi Krisis Sampah dan Perkuat Energi Terbarukan

Targetkan operasional pada 2028, proyek ambisius ini mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari menjadi 30 MW listrik untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

YOGYAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah besar ini diambil sebagai bagian dari upaya strategis perusahaan dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia, sekaligus memberikan solusi konkret terhadap permasalahan sampah yang kian mendesak di wilayah tersebut.

Proyek PSEL Yogyakarta ini dirancang sebagai solusi ganda: menangani volume sampah yang terus meningkat setiap harinya serta menghasilkan sumber energi baru terbarukan (EBT) yang ramah lingkungan. Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi, Pertamina berkomitmen untuk membantu pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pengelolaan limbah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Langkah Strategis Pertamina di Sektor Energi Terbarukan

Keterlibatan Pertamina dalam proyek PSEL ini menandai pergeseran fokus perusahaan yang tidak lagi hanya bertumpu pada energi fosil, tetapi juga merambah secara masif ke sektor energi bersih. Proyek ini diproyeksikan akan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2028 mendatang.

Keputusan untuk terjun ke proyek infrastruktur energi berbasis limbah ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah dan produksi listrik, Pertamina berupaya memperkuat portofolio bisnisnya di sektor energi berkelanjutan yang memiliki prospek jangka panjang yang sangat menjanjikan.

Menurut pengamat industri energi, langkah Pertamina ini merupakan bentuk nyata dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi standar global bagi perusahaan besar. Dengan menggarap proyek di Yogyakarta, Pertamina juga menunjukkan kemampuannya dalam menangani tantangan teknis dan sosial di tingkat daerah.

Mengatasi Darurat Sampah di Yogyakarta

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini menghadapi tantangan serius terkait manajemen sampah. Kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kian terbatas, seperti yang terjadi di TPA Piyungan, seringkali memicu krisis lingkungan di berbagai kabupaten/kota di Yogyakarta. Penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik telah menjadi isu sosial dan kesehatan yang krusial bagi warga setempat.

Hadirnya proyek PSEL diharapkan dapat memutus rantai permasalahan tersebut. Berikut adalah beberapa dampak positif utama dari implementasi PSEL di Yogyakarta:

Reduksi Volume Sampah secara Drastis: Dengan teknologi pembakaran atau gasifikasi yang terkontrol, volume sampah yang masuk ke TPA dapat dikurangi secara signifikan.