Peran Strategis Lampung sebagai Hub Energi Terbarukan
Pemilihan lokasi di Provinsi Lampung bukanlah tanpa alasan. Lampung merupakan salah satu lumbung pertanian dan perkebunan terbesar di Pulau Sumatera. Kekayaan agrikultur di wilayah ini menyediakan ketersediaan bahan baku biomassa yang sangat melimpah dan beragam.
Dengan hadirnya Bioethanol Development Center di Lampung, Pertamina NRE secara tidak langsung menciptakan ekosistem ekonomi baru. Selain mendukung sektor energi, fasilitas ini akan menciptakan integrasi antara sektor energi dan sektor pertanian. Petani lokal tidak hanya menjual hasil panennya ke pasar pangan, tetapi juga memiliki peluang untuk menyuplai bahan baku ke industri energi hijau.
Mendorong Inovasi Melalui Bioethanol Development Center
Bioethanol Development Center yang diluncurkan oleh Pertamina NRE berfungsi sebagai laboratorium hidup sekaligus pusat pengembangan teknologi. Fokus utama dari pusat pengembangan ini adalah melakukan riset mendalam mengenai optimasi proses konversi biomassa menjadi etanol dengan efisiensi tinggi. Melalui fasilitas ini, Pertamina NRE berupaya menjawab tantangan teknis dalam pengolahan bahan baku yang berbeda-beda.
Setiap bahan baku memiliki karakteristik molekul yang berbeda. Misalnya, pengolahan berbasis gula (seperti molase) tentu berbeda prosesnya dengan pengolahan berbasis selulosa (seperti limbah kayu atau jerami). Teknologi multi-feedstock menuntut presisi tinggi dalam proses fermentasi dan distilasi agar menghasilkan bioetanol dengan kadar kemurnian yang memenuhi standar bahan bakar otomotif.
Beberapa aspek pengembangan yang menjadi fokus di pusat ini antara lain:
Optimasi Katalis dan Enzim: Mencari formula terbaik untuk memecah struktur kompleks biomassa menjadi gula sederhana secara cepat dan efisien.
Efisiensi Energi Proses: Memastikan bahwa energi yang digunakan untuk memproduksi bioetanol jauh lebih kecil dibandingkan energi yang dihasilkan, guna menjaga prinsip keberlanjutan.
Skalabilitas Produksi: Melakukan uji coba dari skala laboratorium menuju skala pilot hingga siap untuk diterapkan di pabrik pengolahan skala komersial.
Dukungan Terhadap Target Net Zero Emission 2060