DWJ Manajement - PORTAL

Pertamina Targetkan 332 Desa Energi Berdikari hingga Akhir 2026

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
Pertamina Targetkan 332 Desa Energi Berdikari hingga Akhir 2026

Biomassa dan Bioenergi: Mengolah limbah pertanian atau limbah organik lainnya menjadi sumber energi yang dapat digunakan untuk memasak atau pembangkit listrik skala kecil.

Energi Mikrohidro: Memanfaatkan aliran sungai atau air terjun kecil di pegunungan untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik lokal.

Biogas: Memanfaatkan kotoran ternak sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk kebutuhan domestik.

Dengan variasi teknologi ini, Pertamina memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar relevan dengan kondisi alam setempat, sehingga keberlanjutan program dapat terjaga dalam jangka panjang.

Dampak Sosio-Ekonomi dan Keberlanjutan Lingkungan

Implementasi Desa Energi Berdikari membawa dampak ganda (double impact) bagi masyarakat. Secara ekonomi, ketersediaan energi yang murah dan stabil memungkinkan munculnya unit-unit usaha baru di pedesaan. Misalnya, penggunaan mesin penggiling padi yang bertenaga listrik surya atau pengolahan hasil tani menggunakan tenaga biomassa.

Ketika biaya energi dapat ditekan, margin keuntungan pelaku UMKM di desa akan meningkat. Hal ini pada akhirnya akan menciptakan lapangan kerja baru dan mengurangi arus urbanisasi dari desa ke kota, karena aktivitas ekonomi di desa menjadi lebih menjanjikan.

Dari sisi lingkungan, program ini secara langsung berkontribusi pada pengurangan emisi karbon secara nasional. Dengan mengganti penggunaan bahan bakar fosil dengan energi bersih, jejak karbon di tingkat desa dapat ditekan secara signifikan. Ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Sinergi dengan Target ESG Perusahaan

Ekspansi program DEB juga menjadi bukti nyata implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan oleh Pertamina. Perusahaan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

Melalui program ini, Pertamina membangun ekosistem di mana korporasi, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat berkolaborasi. Sinergi ini penting agar infrastruktur energi yang telah dibangun tidak terbengkalai, melainkan terus dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat setempat melalui kelompok pemanfaat energi.