Pembangunan Infrastruktur: Proyek-proyek strategis nasional tetap menjadi penyerap tenaga kerja yang signifikan di sektor konstruksi dan logistik.
Resiliensi Konsumsi Domestik: Daya beli masyarakat yang terjaga mendorong pertumbuhan sektor ritel dan UMKM yang merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Airlangga menjelaskan bahwa pergeseran ini adalah hal yang wajar dalam proses transformasi ekonomi menuju negara maju. Beberapa industri lama mungkin mengalami kontraksi, namun industri baru yang lebih produktif sedang tumbuh dan menuntut keterampilan yang berbeda.
Dinamika Sektor Industri yang Terdampak
Meskipun pemerintah optimis, tantangan nyata tetap ada di lapangan. Beberapa sektor yang kerap terdampak PHK biasanya berkaitan dengan:
1. Sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT)
Tekanan global dan persaingan dari produk impor membuat beberapa perusahaan tekstil melakukan efisiensi besar-besaran untuk bertahan hidup.
2. Sektor Manufaktur Berbasis Padat Karya
Perubahan teknologi dan otomatisasi di pabrik-pabrik besar mulai mengubah struktur kebutuhan tenaga kerja dari tenaga kasar menjadi tenaga terampil.
3. Sektor Ritel Konvensional
Pergeseran pola belanja masyarakat dari toko fisik ke e-commerce memaksa banyak ritel konvensional melakukan penyesuaian jumlah personel.
Langkah Mitigasi dan Pemantauan Pemerintah
Pemerintah menyatakan tidak akan tinggal diam melihat angka PHK yang terus bergerak. Langkah pemantauan intensif tengah dilakukan untuk memastikan dampak dari PHK ini tidak meluas ke sektor-sektor sistemik lainnya.