DWJ Manajement - PORTAL

PHK Tembus 53 Ribu Orang, Airlangga: Penciptaan Lapangan Kerja Lebih Besar

Oleh: DWJ-Manajement • 25 Sep 2026
PHK Tembus 53 Ribu Orang, Airlangga: Penciptaan Lapangan Kerja Lebih Besar

Beberapa strategi yang disiapkan pemerintah antara lain:

Monitoring Real-Time: Melalui kementerian terkait, pemerintah terus memantau tren PHK di setiap wilayah untuk memberikan intervensi yang tepat sasaran.

Program Reskilling dan Upskilling: Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan program Kartu Prakerja, pemerintah berupaya membekali para korban PHK dengan keterampilan baru agar dapat terserap kembali ke pasar kerja.

Penguatan Jaring Pengaman Sosial: Memastikan program seperti Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) berjalan efektif untuk membantu stabilitas ekonomi pekerja yang terdampak.

Kemudahan Investasi: Mempercepat proses perizinan agar investasi dapat segera terealisasi menjadi lapangan kerja nyata.

Tantangan Ekonomi Global yang Perlu Diwaspadai

Di balik optimisme tersebut, Airlangga dan para pakar ekonomi juga mengingatkan adanya faktor eksternal yang dapat memengaruhi stabilitas tenaga kerja domestik. Ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, dan kebijakan suku bunga tinggi di negara-negara maju tetap menjadi risiko yang harus dimitigasi.

Kondisi global yang tidak menentu dapat menekan permintaan ekspor Indonesia, yang pada akhirnya akan berdampak pada kapasitas produksi perusahaan dalam negeri. Oleh karena itu, penguatan ekonomi domestik melalui konsumsi rumah tangga dan optimalisasi pasar regional menjadi kunci agar Indonesia tidak terlalu rentan terhadap guncangan eksternal.

Kesimpulan

Meskipun angka PHK mencapai 53.490 orang hingga Agustus, pemerintah melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto tetap optimis bahwa kondisi ketenagakerjaan Indonesia berada dalam jalur yang positif. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa laju penciptaan lapangan kerja baru melalui investasi dan pertumbuhan sektor-sektor strategis masih jauh melampaui angka pengangguran akibat PHK.

Namun, tantangan berupa transformasi struktural dan tekanan ekonomi global tetap menuntut pemerintah untuk terus melakukan pengawasan ketat, memperkuat jaring pengaman sosial, serta memastikan program pelatihan keterampilan berjalan efektif guna membantu para pekerja yang terdampak agar dapat segera kembali ke dunia kerja.

```