DWJ Manajement - PORTAL

PNM Dampingi Karyawan dan Nasabah Pasca-Gempa NTT Lewat Trauma Healing

Oleh: DWJ-Manajement 22 Sep 2026
PNM Dampingi Karyawan dan Nasabah Pasca-Gempa NTT Lewat Trauma Healing

Sentuhan Kemanusiaan PNM di NTT: Pulihkan Mental Nasabah dan Karyawan Pasca-Bencana Gempa

Melalui Program PNM Peduli, Perusahaan Berkomitmen Memulihkan Kondisi Psikologis Masyarakat dan Internal Perusahaan demi Ketahanan Ekonomi.

Bencana alam gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini tidak hanya menyisakan kerusakan infrastruktur dan kerugian materiil, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi masyarakat setempat. Di tengah situasi sulit tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bergerak cepat memberikan dukungan moral melalui inisiatif kemanusiaan.

Melalui program PNM Peduli, perusahaan resmi menginisiasi program trauma healing yang ditujukan khusus bagi karyawan serta nasabah PNM yang berada di wilayah terdampak. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial perusahaan untuk memastikan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga aspek mental dan psikologis.

Langkah Nyata PNM Peduli dalam Pemulihan Pascabencana

Gempa bumi seringkali meninggalkan ketakutan dan kecemasan yang berkepanjangan bagi para penyintas. Bagi nasabah PNM yang mayoritas bergerak di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), trauma ini dapat berdampak langsung pada produktivitas usaha mereka. Jika kondisi mental tidak segera ditangani, semangat untuk kembali berwirausaha dapat menurun, yang pada akhirnya akan menghambat pemulihan ekonomi lokal.

Oleh karena itu, PNM memandang bahwa pendampingan psikologis adalah kebutuhan mendesak. Program trauma healing ini dirancang untuk membantu individu dalam mengolah emosi, meredakan kecemasan, dan membangun kembali rasa aman di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Fokus Utama Program Trauma Healing

Kegiatan pendampingan ini dilakukan secara terukur dengan melibatkan tenaga ahli untuk memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran. Adapun beberapa poin fokus dari program ini meliputi: