DWJ Manajement - PORTAL

PNM Latih 50 Penyandang Disabilitas di Bekasi Bikin Batik Ecoprint

Oleh: DWJ-Manajement 29 Jul 2026
PNM Latih 50 Penyandang Disabilitas di Bekasi Bikin Batik Ecoprint

Wujudkan Inklusi Ekonomi, PNM Berdayakan 50 Penyandang Disabilitas di Bekasi Lewat Pelatihan Batik Ecoprint

Langkah nyata PNM Peduli dalam mendorong kemandirian ekonomi melalui fesyen berkelanjutan yang ramah lingkungan.

BEKASI - Keterbatasan fisik bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkarya dan menjadi pilar ekonomi bagi dirinya maupun keluarga. Semangat inklusivitas inilah yang coba diwujudkan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, PNM Peduli.

Dalam sebuah langkah inovatif, PNM menggelar pelatihan pembuatan batik ecoprint yang menyasar 50 penyandang disabilitas di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Program ini tidak hanya sekadar memberikan keterampilan teknis, tetapi juga bertujuan untuk membuka pintu peluang ekonomi baru sekaligus memperkenalkan tren fesyen berkelanjutan (sustainable fashion) yang kini tengah naik daun di kancah global.

Mengenal Teknik Ecoprint: Seni Alami yang Menjanjikan

Ecoprint merupakan sebuah teknik cetak alami yang menggunakan pigmen warna dari bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, atau batang, untuk menciptakan pola yang indah di atas kain. Berbeda dengan batik tradisional yang menggunakan malam (lilin) dan pewarna sintetis, ecoprint mengedepankan harmoni antara manusia dan alam.

Dalam pelatihan yang diikuti oleh para peserta di Bekasi ini, para penyandang disabilitas diajarkan untuk memahami karakteristik berbagai jenis tumbuhan yang dapat menghasilkan warna dan pola yang kuat. Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi, mulai dari pemilihan bahan kain, tahap mordanting (pengolahan kain agar warna meresap), penataan daun, hingga proses pengukusan (steaming) untuk mengunci motif.

Pemilihan teknik ecoprint dalam program pemberdayaan ini dinilai sangat tepat karena beberapa alasan:

Ramah Lingkungan: Menggunakan bahan-bahan organik sehingga limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.

Nilai Seni Tinggi: Setiap produk ecoprint bersifat eksklusif karena pola yang dihasilkan oleh alam tidak akan pernah identik satu sama lain.

Modal Terjangkau: Bahan baku utama berupa dedaunan dapat ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar, sehingga menekan biaya produksi.

Potensi Pasar Luas: Kesadaran masyarakat akan produk ramah lingkungan (green products) terus meningkat, menjadikan ecoprint memiliki nilai jual yang tinggi di pasar premium.

Memutus Rantai Keterbatasan melalui Pemberdayaan Ekonomi

Selama ini, penyandang disabilitas seringkali menghadapi tantangan besar dalam mengakses lapangan kerja formal. Stigma sosial dan kurangnya akses terhadap pelatihan keterampilan yang relevan seringkali membuat mereka terpinggirkan dari ekosistem ekonomi produktif.

PNM Peduli mencoba memutus rantai keterbatasan tersebut dengan memberikan "senjata" berupa keahlian. Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya diajarkan cara membuat kain, tetapi juga dipersiapkan untuk menjadi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang mandiri. Dengan memiliki keterampilan khusus di bidang fesyen, mereka memiliki peluang untuk membuka usaha rumahan atau bergabung dengan komunitas kreatif.

Pemberdayaan ini sejalan dengan misi besar PNM untuk terus memperluas inklusi keuangan dan ekonomi di seluruh lapisan masyarakat. Dengan memberikan akses pelatihan bagi kelompok rentan, PNM turut berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat penyandang disabilitas secara berkelanjutan.

Tahapan Pelatihan dan Pendampingan

Pelatihan ini dirancang secara intensif agar peserta dapat menguasai teknik dasar hingga tahap produksi yang layak jual. Beberapa materi utama yang diberikan meliputi:

Pengenalan Material: Memahami jenis kain alami seperti katun, sutra, dan linen yang paling efektif untuk ecoprint.

Teknik Penataan (Layouting): Melatih kreativitas peserta dalam menyusun komposisi daun dan bunga agar menciptakan estetika visual yang menarik.

Proses Kimia Alami: Penggunaan bahan-bahan alami seperti tawas, tunjung, atau kapur untuk mengatur intensitas warna.

Manajemen Produksi Sederhana: Memberikan gambaran dasar mengenai cara menghitung biaya produksi dan penentuan harga jual agar mereka siap secara mental sebagai wirausaha.

Mendorong Tren Sustainable Fashion di Indonesia

Selain aspek sosial, inisiatif PNM ini juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Industri fesyen merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Dengan mengarahkan para penyandang disabilitas untuk memproduksi batik ecoprint, PNM secara tidak langsung ikut mengampanyekan gaya hidup hijau (green lifestyle).

Produk-produk yang dihasilkan dari pelatihan ini memiliki potensi besar untuk masuk ke pasar gaya hidup berkelanjutan. Saat ini, konsumen global—terutama generasi Milenial dan Gen Z—cenderung lebih memilih produk yang memiliki cerita (storytelling) dan dampak sosial yang positif. Produk ecoprint karya penyandang disabilitas memiliki dua nilai jual utama: ramah lingkungan dan memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi.

Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi sirkular di Bekasi, di mana limbah organik dari lingkungan sekitar dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi oleh komunitas disabilitas setempat.

Komitmen Berkelanjutan PNM dalam Inklusi Sosial

Program di Bekasi ini bukanlah program sekali jalan. PNM berkomitmen untuk terus memantau perkembangan para peserta. Ke depan, diharapkan hasil karya dari para penyandang disabilitas ini dapat dipasarkan secara lebih luas, baik melalui pameran UMKM, marketplace digital, maupun kemitraan dengan berbagai brand fesyen nasional.

Langkah ini menjadi bukti bahwa peran BUMN tidak hanya sebatas pada pencapaian profit, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial (agent of social change). Dengan menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi bagi kelompok disabilitas, PNM telah menjalankan fungsi sosialnya untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan inklusif.

Kesimpulan

Program pelatihan batik ecoprint yang diinisiasi oleh PNM Peduli di Bekasi merupakan sinergi yang apik antara pemberdayaan sosial, pengembangan ekonomi kreatif, dan pelestarian lingkungan. Dengan melatih 50 penyandang disabilitas, PNM tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan martabat dan kemandirian ekonomi kepada mereka. Melalui penguasaan teknik ecoprint yang ramah lingkungan, para peserta diharapkan mampu menjadi aktor baru dalam industri sustainable fashion yang memiliki daya saing tinggi di masa depan.

Menampilkan Seluruh Artikel