```html
Destry Damayanti Ungkap Hasil Rapat KSSK Usai Temui Prabowo: Fokus Sinergi Kebijakan Ekonomi Nasional
JAKARTA - Langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional terus diperkuat oleh pemerintah dan otoritas moneter. Penjabat (Pjs) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dilaporkan telah mengikuti rangkaian pertemuan penting di Istana Kepresidenan, termasuk pertemuan dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto, yang kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial dalam memastikan adanya keselarasan antara kebijakan fiskal dan moneter, terutama di tengah masa transisi kepemimpinan nasional dan dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Fokus utama dari pertemuan ini adalah penguatan koordinasi kebijakan guna menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas nilai tukar Rupiah.
Sinergi Kebijakan dalam Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan
Dalam paparan pasca-rapat KSSK, Destry Damayanti menekankan pentingnya harmonisasi antara instrumen moneter yang dikelola oleh Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal yang diatur oleh Kementerian Keuangan. Koordinasi ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan mekanisme pertahanan utama dalam menghadapi potensi guncangan ekonomi.
KSSK, yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), memiliki mandat untuk melakukan pemantauan terhadap stabilitas sistem keuangan. Pertemuan dengan Prabowo Subianto memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah mendatang akan sangat memperhatikan aspek keberlanjutan kebijakan ekonomi yang telah berjalan, namun tetap adaptif terhadap tantangan baru.
Destry menjelaskan bahwa koordinasi ini mencakup beberapa aspek fundamental, di antaranya:
Sinkronisasi Kebijakan Moneter dan Fiskal: Memastikan bahwa kebijakan suku bunga dan pengelolaan anggaran negara bergerak ke arah yang saling mendukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa memicu inflasi berlebih.