Penguatan mitigasi juga harus menyentuh aspek non-fisik, seperti:
Edukasi Masyarakat: Sosialisasi mengenai prosedur evakuasi mandiri agar masyarakat tidak panik saat bencana terjadi.
Penguatan Data: Pemanfaatan teknologi Big Data dan AI untuk memprediksi potensi bencana dengan lebih akurat.
Koordinasi Antarlembaga: Memastikan sinergi yang kuat antara BNPB, BMKG, PVMBG, dan pemerintah daerah agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.
Kesiapan Logistik: Memastikan stok logistik darurat tersedia di titik-titik strategis sebelum bencana melanda.
Dengan adanya dukungan politis dari Presiden Prabowo dan pengawasan fiskal yang ketat dari Kementerian Keuangan, diharapkan Indonesia dapat bertransformasi dari negara yang "reaktif" terhadap bencana menjadi negara yang "resilien" atau tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman bencana alam.
Kesimpulan
Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menaikkan anggaran mitigasi bencana merupakan langkah strategis yang sangat krusial bagi keamanan nasional Indonesia. Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan catatan penting bahwa kenaikan tersebut harus berbasis pada data teknis yang akurat dari BNPB demi menjaga kesehatan APBN. Fokus pada mitigasi dibandingkan sekadar penanganan pascabencana diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan kerugian jiwa dan ekonomi akibat bencana alam di masa depan.