DWJ Manajement - PORTAL

Prabowo Ngaku dari Kecil Disumpah Jadikan RI Sejahtera-Tak Ada Orang Lapar

Oleh: DWJ-Manajement 18 Sep 2026
Prabowo Ngaku dari Kecil Disumpah Jadikan RI Sejahtera-Tak Ada Orang Lapar

Ketahanan Pangan: Fondasi Utama Kemandirian Bangsa

Salah satu poin paling krusial dalam visi Presiden adalah swasembada pangan. Prabowo meyakini bahwa tanpa kemandirian pangan, kedaulatan sebuah negara akan sangat rapuh. Ketergantungan pada pasar global membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga dan gangguan rantai pasok dunia.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk melakukan modernisasi sektor pertanian. Penggunaan teknologi pertanian modern, penyediaan pupuk yang tepat sasaran, serta perlindungan terhadap kesejahteraan petani menjadi agenda mendesak. Dengan petani yang sejahtera dan lahan yang produktif, mimpi "tidak ada orang lapar" akan menjadi kenyataan yang nyata.

Tantangan dan Optimisme Menuju Indonesia Emas 2045

Tentu saja, perjalanan untuk mewujudkan sumpah tersebut tidaklah mudah. Tantangan global seperti perubahan iklim, ketidakpastian geopolitik, dan fluktuasi ekonomi dunia menjadi hambatan yang harus dihadapi dengan strategi yang cerdas. Namun, Prabowo menunjukkan optimisme yang tinggi bahwa dengan persatuan seluruh elemen bangsa, tantangan tersebut dapat diatasi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat luas, untuk bahu-membahu mendukung visi besar ini. Ia menekankan bahwa kemajuan Indonesia adalah tanggung jawab kolektif. Semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia harus dikerahkan untuk mengejar ketertinggalan dan mengejar kemajuan.

Presiden Prabowo percaya bahwa dengan kepemimpinan yang kuat, fokus pada hal-hal fundamental seperti pangan dan gizi, serta komitmen yang tidak tergoyahkan, Indonesia akan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi dunia yang besar, disegani, dan yang terpenting, mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya tanpa terkecuali.

Kesimpulan

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai sumpah masa kecilnya untuk menyejahterakan Indonesia dan menghapus kelaparan memberikan perspektif baru mengenai motivasi kepemimpinannya. Ini bukan sekadar upaya menjalankan tugas konstitusional, melainkan sebuah janji personal yang bersifat ideologis dan spiritual. Dengan menjadikan pengentasan kelaparan dan penguatan ketahanan pangan sebagai pilar utama, pemerintahannya sedang membangun fondasi kuat bagi kemartabatan bangsa. Keberhasilan misi ini akan menjadi penentu apakah Indonesia mampu bertransformasi menjadi negara maju yang mampu menjamin hak dasar setiap warganya: hak untuk hidup sejahtera dan bebas dari kelaparan.

```