Makan Bergizi Gratis (MBG): Program ini dipandang sebagai investasi pada kualitas modal manusia (human capital). Dengan memastikan anak-anak sekolah mendapatkan nutrisi yang cukup, pemerintah sedang mempersiapkan generasi masa depan yang lebih cerdas, sehat, dan produktif, yang nantinya akan menjadi tenaga kerja unggul bagi industri nasional.
Koperasi Desa (Kopdes): Penguatan koperasi di tingkat desa bertujuan untuk membangun ketahanan ekonomi dari akar rumput. Koperasi diharapkan mampu mengonsolidasikan hasil tani dan produk UMKM desa agar memiliki daya tawar yang lebih tinggi di pasar global, sekaligus memperkuat struktur ekonomi kerakyatan.
Dengan kata lain, MBG adalah upaya membangun kapasitas manusia, sementara Kopdes adalah upaya membangun kapasitas basis ekonomi terkecil. Keduanya adalah instrumen pendukung untuk memperkuat "mesin" yang lebih besar.
Mesin Utama: Investasi, Hilirisasi, dan Sektor Manufaktur
Lantas, apa yang dimaksud Presiden Prabowo sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang sesungguhnya? Dalam berbagai kesempatan, arah kebijakan ekonomi Prabowo sangat jelas menekankan pada penguatan struktur produksi nasional.
1. Hilirisasi Industri yang Berkelanjutan
Hilirisasi tetap menjadi pilar utama. Prabowo ingin memastikan bahwa Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah. Dengan melakukan pengolahan sumber daya alam (SDA) di dalam negeri, nilai tambah (added value) akan tercipta di tanah air. Hal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan negara melalui pajak dan royalti, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi yang mampu menyerap tenaga kerja terdidik.
2. Peningkatan Investasi Sektor Riil