Presiden menegaskan bahwa keberhasilan BUMN ini harus menjadi standar bagi perusahaan negara lainnya. Keuntungan yang besar harus mampu dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk layanan yang lebih baik dan kebijakan yang pro-rakyat, terutama bagi mereka yang berada di garis depan produksi pangan, yakni para petani.
Kebijakan Penurunan Harga Pupuk 20 Persen: Menjaga Kesejahteraan Petani
Salah satu poin paling krusial yang disampaikan Presiden Prabowo adalah kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. Langkah ini merupakan langkah nyata dari pemerintah untuk memberikan relaksasi ekonomi langsung kepada sektor pertanian. Selama ini, biaya input produksi, terutama pupuk, seringkali menjadi beban utama yang menekan margin keuntungan petani.
Dengan turunnya harga pupuk, diharapkan biaya produksi pertanian dapat ditekan, sehingga produktivitas lahan dapat meningkat tanpa harus membebani finansial petani. Langkah ini dinilai sebagai strategi "win-win solution"; di satu sisi perusahaan tetap tumbuh sehat secara finansial, namun di sisi lain, masyarakat selaku konsumen akhir mendapatkan manfaat langsung.
Penurunan harga ini diharapkan dapat memicu beberapa dampak positif, di antaranya:
Peningkatan Luas Tanam: Dengan harga yang lebih murah, petani memiliki kesempatan untuk memperluas area tanam mereka.
Peningkatan Kualitas Panen: Keterjangkauan pupuk memungkinkan petani menggunakan dosis yang tepat sesuai kebutuhan tanaman, yang berujung pada hasil panen yang lebih berkualitas.
Stabilitas Harga Pangan: Produksi pangan yang melimpah berkat dukungan pupuk yang murah akan menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.