DWJ Manajement - PORTAL

Pramono Tawarkan 37 Proyek Investasi di Jakarta, Nilainya Tembus Rp 115 T

Oleh: DWJ-Manajement 28 Aug 2026
Pramono Tawarkan 37 Proyek Investasi di Jakarta, Nilainya Tembus Rp 115 T

Jakarta Siap Jadi Hub Global: Pramono Anung Tawarkan 37 Proyek Investasi Jumbo Senilai Rp 115 Triliun

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan langkah besar untuk mengamankan masa depan ekonomi kota pasca-perpindahan status ibu kota ke Nusantara (IKN). Dalam upaya menjaga momentum pertumbuhan, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengumumkan penawaran terhadap 37 proyek investasi strategis yang tersebar di berbagai sektor vital.

Tidak tanggung-tanggung, total nilai investasi yang ditawarkan mencapai angka fantastis, yakni Rp 115 triliun. Langkah ini diambil sebagai strategi komprehensif untuk mentransformasi Jakarta dari pusat pemerintahan menjadi pusat bisnis dan keuangan global yang tangguh.

Strategi Besar Pemprov DKI Jakarta Menjaga Momentum Ekonomi

Transisi Jakarta dari Ibu Kota Negara (IKN) menjadi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) membawa tantangan sekaligus peluang baru. Pemprov DKI Jakarta menyadari bahwa untuk mempertahankan daya tarik kota, diperlukan stimulus ekonomi yang kuat melalui penguatan infrastruktur dan ekosistem bisnis yang modern.

Pramono Anung menegaskan bahwa daftar 37 proyek ini bukan sekadar angka, melainkan peta jalan (roadmap) pembangunan kota yang telah dikaji secara mendalam. Proyek-proyek ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembangunan infrastruktur fisik, pengembangan teknologi digital, hingga penguatan sektor ekonomi hijau (green economy).

"Kami ingin memastikan bahwa Jakarta tetap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan menawarkan proyek-proyek strategis ini, kami mengundang para investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, untuk ikut serta membangun wajah baru Jakarta yang lebih kompetitif di kancah internasional," ujar Pramono dalam keterangannya.

Rincian Sektor Unggulan dalam 37 Proyek Strategis

Meskipun rincian teknis setiap proyek akan dibahas dalam forum investasi khusus, Pemprov DKI memberikan gambaran mengenai sektor-sektor utama yang menjadi fokus dalam penawaran investasi senilai Rp 115 triliun tersebut. Fokus utama diarahkan pada proyek-proyek yang memiliki multiplier effect atau dampak pengganda yang tinggi bagi masyarakat luas.

1. Infrastruktur dan Transportasi Terintegrasi

Sebagai kota megapolitan, mobilitas adalah kunci. Investasi akan difokuskan pada pengembangan jaringan transportasi publik yang lebih luas, integrasi antarmoda, serta pembangunan infrastruktur pendukung untuk mengurangi kemacetan dan polusi. Hal ini termasuk pengembangan kawasan transit-oriented development (TOD) yang mampu menyatukan hunian dengan akses transportasi yang mudah.