DWJ Manajement - PORTAL

Produksi Beras Diprediksi Turun, Ini Datanya

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Produksi Beras Diprediksi Turun, Ini Datanya

Produksi Beras Nasional Diprediksi Turun pada 2026, Begini Dampaknya terhadap Ketahanan Pangan

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan adanya penurunan produksi beras sebesar 2,82 persen, memicu kekhawatiran terkait stabilitas harga dan stok pangan nasional.

Ketahanan pangan nasional kini tengah menjadi sorotan tajam setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis proyeksi terbaru mengenai kondisi produksi beras di Indonesia. Dalam laporan terbarunya, BPS memperkirakan bahwa produksi beras untuk periode Januari hingga November 2026 akan mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah, pelaku pasar, dan masyarakat luas, mengingat beras merupakan komoditas pangan pokok utama yang memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat inflasi dan daya beli masyarakat di Indonesia.

Rincian Proyeksi Penurunan Produksi Beras

Berdasarkan data yang dihimpun, BPS memperkirakan total produksi beras pada periode Januari-November 2026 hanya akan mencapai angka 32,34 juta ton. Jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan adanya kontraksi atau penurunan yang cukup signifikan.

Secara detail, berikut adalah poin-poin utama dari data proyeksi tersebut:

Estimasi Produksi 2026: 32,34 juta ton (periode Januari-November).

Volume Penurunan: Sekitar 0,94 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Persentase Penurunan: Mencapai 2,82 persen.

Meskipun angka penurunan sebesar 2,82 persen terlihat kecil secara persentase, namun secara volume, hilangnya hampir satu juta ton beras dari total produksi nasional merupakan angka yang sangat besar. Hal ini tentu memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk memastikan bahwa penurunan ini tidak mengganggu ketersediaan stok di tingkat konsumen.