DWJ Manajement - PORTAL

Produksi Beras Diprediksi Turun, Ini Datanya

Oleh: DWJ-Manajement • 01 Oct 2026
Produksi Beras Diprediksi Turun, Ini Datanya

Kedua, kenaikan harga beras akan menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah. Sebagai konsumen utama beras, sebagian besar pendapatan rumah tangga kelas bawah dialokasikan untuk pembelian pangan. Jika harga beras melonjak, pengeluaran untuk kebutuhan lain akan berkurang, yang pada akhirnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi secara makro.

Langkah Mitigasi yang Perlu Diambil Pemerintah

Menghadapi proyeksi penurunan produksi ini, pemerintah melalui kementerian terkait dan lembaga seperti Perum Bulog perlu segera mengambil langkah-langkah strategis. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP): Memastikan stok di gudang Bulog tetap aman untuk melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) saat harga mulai melonjak.

Optimalisasi Teknologi Pertanian: Mendorong penggunaan bibit unggul yang tahan terhadap perubahan iklim serta penggunaan teknologi mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Perbaikan Infrastruktur Irigasi: Melakukan rehabilitasi jaringan irigasi secara masif guna memastikan ketersediaan air bagi petani tetap terjaga sepanjang tahun.

Pengendalian Alih Fungsi Lahan: Menegakkan aturan mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) agar lahan sawah produktif tidak hilang akibat pembangunan properti atau industri.

Manajemen Impor yang Bijak: Jika produksi dalam negeri dipastikan tidak mencukupi, pemerintah perlu merencanakan kebijakan impor sebagai langkah darurat, namun tetap harus memperhatikan kepentingan petani lokal agar harga di tingkat produsen tidak jatuh.

Kesimpulan

Proyeksi penurunan produksi beras sebesar 2,82 persen pada periode Januari-November 2026 merupakan peringatan dini bagi ketahanan pangan nasional. Dengan estimasi produksi sebesar 32,34 juta ton, terdapat defisit volume hampir satu juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor iklim, konversi lahan, dan infrastruktur menjadi tantangan utama yang harus segera diintervensi. Pemerintah perlu melakukan langkah preventif mulai dari penguatan stok cadangan pangan hingga perlindungan lahan pertanian, guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat dari ancaman inflasi pangan.