Kenaikan Harga Tiket dan Layanan: Biaya logistik yang tinggi akan dibebankan kepada konsumen dalam bentuk harga tiket pesawat atau paket wisata yang lebih mahal.
Penurunan Daya Saing Destinasi: Wisatawan akan lebih memilih negara dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau dan efisien.
Ketidakpastian Investasi: Investor cenderung menghindari sektor yang memiliki struktur biaya yang tidak transparan dan sulit diprediksi.
Beban APBN: Jika inefisiensi pada BUMN terus berlanjut, potensi kerugian negara atau berkurangnya setoran pajak akan menjadi beban bagi fiskal nasional.
Menanti Langkah Kementerian Perhubungan
Saat ini, mata publik tertuju pada Kementerian Perhubungan. Sebagai regulator, data yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut akan menjadi instrumen vital bagi Purbaya dalam melakukan audit. Apakah data lapangan menunjukkan adanya lonjakan biaya logistik yang tidak wajar? Ataukah ada anomali dalam struktur pembiayaan transportasi yang dikelola oleh InJourney?
Proses diskusi antara InJourney dan pimpinannya juga menjadi krusial. Perusahaan dituntut untuk menunjukkan komitmen dalam memperbaiki tata kelola (Good Corporate Governance/GCG). Jika InJourney mampu menunjukkan bahwa inefisiensi tersebut adalah masalah struktural yang sedang diperbaiki, maka audit ini bisa menjadi momentum transformasi bagi perusahaan.
Namun, jika ditemukan adanya ketidakpatuhan dalam pelaporan pajak atau manipulasi biaya logistik untuk menutupi kerugian, maka konsekuensi hukum dan administratif yang berat sudah menanti. Penegakan aturan ini menjadi sinyal kuat dari pemerintah bahwa tidak ada ruang bagi inefisiensi dan ketidakjujuran di tubuh BUMN, sekecil apa pun itu.
Kesimpulan
Langkah Purbaya untuk memeriksa pajak InJourney secara habis-habisan merupakan tindakan tegas yang diperlukan untuk menjaga integritas fiskal negara dan mendorong efisiensi ekonomi. Masalah biaya logistik yang tinggi bukan sekadar masalah teknis operasional, melainkan masalah fundamental yang berkaitan dengan daya saing bangsa. Dengan adanya audit menyeluruh ini, diharapkan ditemukan solusi nyata untuk memangkas biaya logistik, meningkatkan transparansi BUMN, dan pada akhirnya memperkuat sektor pariwisata serta transportasi Indonesia di kancah internasional.