Mempercepat Proses Integrasi: Mengurangi hambatan administratif dan finansial yang sering muncul dalam proses merger dan akuisisi.
Menjaga Stabilitas Arus Kas: Memastikan perusahaan yang sedang direstrukturisasi tetap memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan operasional harian.
Mendorong Keberanian Manajemen: Memberikan rasa aman bagi direksi BUMN untuk mengambil keputusan strategis yang berdampak pada perubahan struktur organisasi.
Optimalisasi Aset Negara: Memungkinkan pemindahan aset antar-entitas secara lebih fleksibel untuk mendukung sinergi antar-sektor.
Sektor-Sektor Prioritas yang Menjadi Target Konsolidasi
Meskipun pemerintah tidak merinci secara spesifik daftar perusahaan yang akan terlibat, para pengamat ekonomi memprediksi bahwa beberapa sektor strategis akan menjadi fokus utama dalam gelombang konsolidasi ini. Sektor-sektor tersebut antara lain:
Sektor Infrastruktur dan Konstruksi: Untuk mengurangi beban utang tinggi dan meningkatkan kapasitas pengerjaan proyek strategis nasional.
Sektor Energi dan Sumber Daya Alam: Guna menciptakan integrasi dari hulu ke hilir demi menjaga ketahanan energi nasional.
Sektor Perbankan dan Keuangan: Untuk memperkuat struktur permodalan agar mampu mendanai proyek-proyek besar di masa depan.
Sektor Logistik dan Transportasi: Untuk menciptakan konektivitas yang lebih efisien dan menurunkan biaya logistik nasional.