DWJ Manajement - PORTAL

Purbaya Beberkan Sederet Dampak Positif PFII Buat Ekonomi RI

Oleh: DWJ-Manajement 21 Jul 2026
Purbaya Beberkan Sederet Dampak Positif PFII Buat Ekonomi RI

Akselerasi Investasi Asing Langsung (FDI): Kehadiran pusat finansial internasional akan menarik perusahaan-perusahaan multinasional untuk membuka kantor pusat regional mereka di Indonesia, yang secara otomatis meningkatkan aliran modal asing.

Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas Tinggi: Sektor keuangan memerlukan tenaga kerja dengan keahlian khusus. Hal ini akan membuka ribuan lapangan kerja baru di bidang perbankan, manajemen aset, teknologi finansial (fintech), hingga layanan pendukung seperti hukum dan akuntansi internasional.

Penguatan Ekosistem Keuangan Digital: PFII akan menjadi wadah bagi inovasi teknologi finansial, memungkinkan Indonesia memimpin dalam pengembangan digital banking dan sistem pembayaran lintas batas yang lebih efisien.

Peningkatan Pendapatan Negara: Melalui aktivitas transaksi keuangan yang masif, pemerintah akan mendapatkan limpahan pendapatan dari sektor pajak dan retribusi lainnya yang dapat digunakan untuk mendanai pembangunan infrastruktur nasional.

Transfer Teknologi dan Pengetahuan: Interaksi dengan institusi finansial global akan memicu transfer ilmu pengetahuan (knowledge transfer) bagi para profesional lokal, meningkatkan daya saing SDM Indonesia di level internasional.

Membangun Hub Keuangan di Kawasan Asia Tenggara

Secara geopolitik ekonomi, pengesahan PFII merupakan langkah taktis Indonesia untuk mengimbangi dominasi negara tetangga dalam sektor jasa keuangan. Selama ini, Singapura telah lama menjadi pusat keuangan utama di Asia Tenggara. Namun, dengan populasi yang besar, kekayaan sumber daya alam, dan pertumbuhan ekonomi yang stabil, Indonesia memiliki modal yang jauh lebih besar untuk menjadi pusat gravitasi baru.

Purbaya menjelaskan bahwa PFII akan memungkinkan Indonesia untuk menangkap peluang dari pergeseran rantai pasok global dan diversifikasi investasi yang sedang dilakukan oleh investor global ke kawasan Asia. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton ketika arus modal dunia mencari pelabuhan baru yang lebih stabil dan menjanjikan.