DWJ Manajement - PORTAL

QRIS Bakal Bisa Dipakai di Seluruh ASEAN, Airlangga Ungkap Syaratnya

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
QRIS Bakal Bisa Dipakai di Seluruh ASEAN, Airlangga Ungkap Syaratnya

QRIS Bakal Bisa Dipakai di Seluruh ASEAN, Airlangga Ungkap Syarat dan Target DEFA 2026

Integrasi pembayaran digital lintas negara akan menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$ 600 miliar.

Kabar gembira bagi para pelancong dan pelaku usaha di kawasan Asia Tenggara. Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sistem pembayaran digital andalan Indonesia, diproyeksikan akan segera bisa digunakan secara luas di seluruh negara anggota ASEAN. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah untuk mengintegrasikan sistem pembayaran digital di kawasan guna memperlancar arus transaksi lintas negara.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa integrasi ini tidak terlepas dari upaya penyelesaian perjanjian penting, yakni ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Perjanjian ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum dan teknis yang kuat bagi kolaborasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Target Penyelesaian DEFA ASEAN pada November 2026

Dalam keterangannya, Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tengah bekerja keras untuk memastikan proses negosiasi DEFA berjalan lancar. Ia menargetkan perjanjian ini dapat dirampungkan sepenuhnya pada November 2026. DEFA dipandang sebagai instrumen krusial untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang terstandardisasi, aman, dan efisien di seluruh negara anggota ASEAN.

Dengan adanya DEFA, hambatan-hambatan dalam perdagangan digital lintas batas dapat diminimalisir. Salah satu poin utama yang akan diatur adalah mengenai interoperabilitas sistem pembayaran. Hal ini berarti, sistem pembayaran yang digunakan di satu negara, seperti QRIS di Indonesia, harus dapat berkomunikasi dengan lancar dengan sistem pembayaran di negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, atau Singapura.

Airlangga menekankan bahwa integrasi ini bukan sekadar tentang kemudahan transaksi bagi individu, melainkan strategi besar untuk memperkuat posisi ekonomi kawasan dalam rantai pasok global. "Kita menargetkan DEFA ini rampung pada November 2026. Ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi integrasi ekonomi digital di Asia Tenggara," ungkapnya dalam sebuah diskusi ekonomi baru-baru ini.

Syarat Utama Integrasi QRIS di Seluruh Kawasan

Meskipun rencana ini terdengar sangat menjanjikan, terdapat sejumlah syarat dan tantangan teknis yang harus dipenuhi agar QRIS dapat diterima secara merata di seluruh negara ASEAN. Airlangga memberikan gambaran mengenai apa saja yang perlu disiapkan oleh para pemangku kepentingan, baik dari sisi regulasi maupun teknologi.

Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi prasyarat dalam integrasi sistem pembayaran regional tersebut:

Interoperabilitas Sistem: Kemampuan sistem pembayaran antarnegara untuk saling terhubung secara teknis sehingga transaksi dapat terjadi secara real-time tanpa kendala.