DWJ Manajement - PORTAL

QRIS Bakal Bisa Dipakai di Seluruh ASEAN, Airlangga Ungkap Syaratnya

Oleh: DWJ-Manajement 27 Aug 2026
QRIS Bakal Bisa Dipakai di Seluruh ASEAN, Airlangga Ungkap Syaratnya

E-commerce: Peningkatan aktivitas belanja online yang terus tumbuh secara eksponensial.

Fintech (Financial Technology): Layanan pembayaran digital, pinjaman online, dan manajemen kekayaan berbasis aplikasi.

Transportasi dan Logistik Online: Layanan pengiriman dan mobilitas yang semakin terdigitalisasi.

Layanan Hiburan Digital: Konsumsi konten streaming dan gaming yang semakin masif.

Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa jika integrasi regional seperti DEFA dan perluasan QRIS ini berhasil, maka Indonesia tidak hanya akan menjadi pemain domestik yang kuat, tetapi juga menjadi pemimpin pasar digital di Asia Tenggara. Dengan pasar yang lebih luas dan sistem pembayaran yang terintegrasi, arus modal dan perdagangan digital akan mengalir lebih cepat, yang pada akhirnya akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Dampak Positif bagi UMKM dan Sektor Pariwisata

Salah satu dampak paling nyata dari perluasan penggunaan QRIS di ASEAN adalah keberpihakan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama ini, UMKM seringkali kesulitan dalam menjangkau pasar internasional karena kendala sistem pembayaran. Dengan QRIS yang bisa diterima di seluruh ASEAN, UMKM Indonesia yang menjual produk secara digital dapat menerima pembayaran langsung dari konsumen di negara tetangga dengan cara yang sangat mudah.

Begitu pula dengan sektor pariwisata. Kemudahan bagi wisatawan ASEAN untuk berbelanja di toko-toko lokal menggunakan QRIS akan meningkatkan daya tarik destinasi wisata Indonesia. Tidak perlu lagi repot menukar uang tunai dalam jumlah besar, cukup dengan memindai kode QR, transaksi pun selesai. Hal ini akan meningkatkan spending atau pengeluaran wisatawan di dalam negeri.

Kesimpulan

Rencana perluasan penggunaan QRIS ke seluruh negara ASEAN merupakan langkah strategis yang sangat progresif dalam memperkuat posisi ekonomi digital Indonesia di kancah regional. Dengan target penyelesaian DEFA ASEAN pada November 2026, pemerintah optimis dapat menciptakan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, aman, dan efisien.

Meskipun tantangan terkait standardisasi regulasi dan keamanan siber masih ada, potensi keuntungan yang sangat besar—termasuk proyeksi ekonomi digital sebesar US$ 600 miliar—menjadi motivasi kuat bagi seluruh pemangku kepentingan. Jika berhasil, integrasi ini tidak hanya akan memudahkan transaksi individu, tetapi juga akan menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata di seluruh kawasan Asia Tenggara.