DWJ Manajement - PORTAL

Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada BULL, LSIP, hingga MEDC

Oleh: DWJ-Manajement 24 Jul 2026
Rekomendasi Saham Hari Ini: Ada BULL, LSIP, hingga MEDC

Sektor industri menjadi salah satu kontributor utama yang menarik IHSG ke zona negatif. Penurunan pada sektor ini dipicu oleh sentimen melambatnya permintaan manufaktur serta peningkatan biaya input produksi. Banyak saham di sektor industri yang mengalami tekanan jual, yang pada akhirnya memperlemah performa indeks secara keseluruhan.

Sektor Properti Menunjukkan Resiliensi

Berbanding terbalik dengan sektor industri, sektor properti justru menunjukkan performa yang impresif. Di tengah pelemahan indeks, saham-saham properti justru mengalami kenaikan. Hal ini diduga karena adanya ekspektasi pasar terhadap kebijakan stimulus pemerintah atau adanya perbaikan fundamental pada emiten-emiten properti besar. Sektor properti seringkali menjadi "safe haven" atau tempat pelarian sementara bagi investor ketika sektor-sektor lain sedang mengalami koreksi tajam.

Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental terkini, terdapat beberapa saham yang layak masuk dalam radar pantauan investor hari ini. Meskipun pasar secara umum melemah, saham-saham ini memiliki indikator yang cukup kuat untuk melakukan penguatan atau setidaknya bertahan di area support.

1. Saham BULL

Saham BULL menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk diperhatikan. Secara teknikal, BULL menunjukkan pola konsolidasi yang sehat sebelum kemungkinan melakukan breakout. Dengan adanya tekanan jual di pasar, investor dapat memantau apakah BULL mampu bertahan di level support psikologisnya. Jika mampu bertahan, saham ini memiliki potensi untuk melakukan rebound yang cukup signifikan.

2. Saham LSIP (Lonsum Plantations Indonesia Tbk)

LSIP bergerak di sektor perkebunan yang sangat dipengaruhi oleh harga komoditas global, terutama Crude Palm Oil (CPO). Di tengah volatilitas pasar, LSIP tetap menjadi primadona karena fundamentalnya yang solid dan manajemen arus kas yang baik. Investor dapat memanfaatkan momentum penurunan indeks untuk melakukan akumulasi secara bertahap pada saham ini, terutama jika harga komoditas CPO menunjukkan tanda-tanda penguatan di pasar internasional.

3. Saham TAPG (Triputra Agro Persada Tbk)

Sejalan dengan LSIP, saham TAPG juga menjadi rekomendasi kuat di sektor perkebunan. TAPG dikenal memiliki efisiensi operasional yang tinggi, yang membuat margin keuntungannya tetap terjaga meski kondisi ekonomi sedang menantang. Analisis teknikal menunjukkan bahwa TAPG sedang berada dalam fase akumulasi, sehingga peluang kenaikan harga dalam jangka pendek masih terbuka lebar.