Di tengah kondisi pasar yang sedang tertekan oleh arus keluar modal, para ahli menyarankan beberapa langkah strategis bagi investor:
Tetap Disiplin pada Rencana Investasi: Jangan melakukan panic selling jika fundamental perusahaan yang dimiliki masih sangat kuat.
Pantau Arus Modal Asing: Pergerakan net sell asing adalah indikator penting untuk melihat apakah tekanan jual akan mereda atau justru memuncak.
Diversifikasi Portofolio: Mengurangi konsentrasi pada satu sektor saja dapat membantu memitigasi risiko saat salah satu sektor mengalami tekanan hebat.
Perhatikan Level Support: Investor perlu memperhatikan level psikologis dan teknikal IHSG untuk menentukan titik entry atau exit yang tepat.
Prospek IHSG di Sesi Mendatang
Pasar kini menunggu sinyal pembalikan arah (reversal) atau apakah tekanan jual ini akan berlanjut menjadi tren pelemahan yang lebih dalam. Fokus utama investor dalam beberapa hari ke depan adalah melihat apakah angka net sell asing akan menyusut atau justru terus membengkak.
Jika IHSG mampu bertahan di atas level support krusial, maka koreksi kali ini mungkin hanya bersifat teknikal jangka pendek. Namun, jika arus modal asing terus keluar secara konsisten, maka IHSG berisiko mengalami koreksi yang lebih signifikan menuju level terendahnya dalam beberapa bulan terakhir.
Selain itu, rilis data ekonomi domestik seperti angka inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta kebijakan moneter Bank Indonesia akan menjadi kompas utama bagi investor untuk menentukan langkah mereka selanjutnya di tengah bayang-bayang tekanan asing ini.
Kesimpulan
Pelemahan IHSG sebesar 0,30% pada perdagangan 23 Juli 2026 merupakan dampak langsung dari aksi jual masif investor asing yang mencapai Rp 1,224 triliun. Meskipun pasar sempat menunjukkan potensi penguatan, arus keluar modal ini berhasil meredam momentum reli dan membawa indeks kembali ke zona merah. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar dan memantau pergerakan arus dana asing serta perkembangan ekonomi global sebagai panduan dalam mengambil keputusan investasi ke depan.